DPRD Jatim Mendesak Subsidi Pakan saat Harga Telur Peternak Anjlok
SURABAYA — DPRD Jawa Timur menyoroti anjloknya harga telur di tingkat peternak dan berencana memanggil dinas terkait untuk membahas langkah penanganan. Rencana ini disampaikan Komisi B pada Selasa (2/6/2026) untuk mencari solusi cepat, termasuk subsidi pakan dan peningkatan penyerapan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rencana pemanggilan dinas dan tuntutan DPRD
Komisi B DPRD Jatim akan memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan dan merumuskan kebijakan yang melindungi peternak rakyat. Anggota Komisi B, Erma Susanti, menilai fenomena penurunan harga tidak bisa dibiarkan karena biaya produksi tetap tinggi.
"Komisi B memang berencana memanggil dinas terkait untuk membahas persoalan ini,"
Erma menekankan perlunya langkah yang konkret agar peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan.
Usulan subsidi pakan dan optimalisasi MBG
Untuk mengurangi beban biaya produksi, DPRD mendorong kebijakan subsidi pakan ayam. Subsidi dinilai penting karena pakan merupakan komponen utama biaya usaha peternakan.
"Memang perlu, khususnya subsidi pakan ayam agar peternak tidak kolaps,"
Selain itu, DPRD meminta peningkatan penggunaan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis agar penyerapan pasar domestik meningkat. Menurut DPRD, kebijakan ini berpotensi menstabilkan harga sekaligus menjaga pasokan untuk penerima manfaat.
"Juga kebijakan BGN agar penyerapan telur dalam menu diperbanyak,"
Aksi peternak dan kondisi harga saat ini
Desakan percepatan penanganan muncul setelah peternak menggelar aksi damai di Kabupaten Blitar pada Senin (1/6/2026). Mereka membagikan sekitar satu juta butir telur sebagai bentuk protes terhadap harga kandang yang turun.
Koordinator aksi, Suyanto, menyatakan bahwa harga telur kini hanya berada di kisaran Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berkisar Rp24.500—Rp26.500 per kilogram.
Suyanto: "Harga telur saat ini hanya berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP)."
Selain harga jual rendah, peternak juga menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan, yang semakin menekan margin usaha.
Langkah pemerintah dan prospek ke depan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan tengah menyiapkan skema subsidi harga jagung melalui kerja sama antara Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Kementerian Pertanian. Skema ini diharapkan menurunkan biaya pakan yang selama ini menjadi beban utama peternak.
DPRD berharap pertemuan dengan dinas terkait akan menghasilkan kebijakan terukur yang menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak, stabilitas harga pangan, dan kesinambungan pasokan telur bagi masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...