Ekonomi

Harga Emas Antam Tutup Juli Naik Rp7.000 per Gram

Bagikan:
Kepingan emas batangan Antam di etalase toko logam mulia

Harga emas batangan Antam menutup Juli 2026 dengan penguatan Rp7.000 per gram. Pada Jumat (31/7/2026) pukul 08.38 WIB, harga jual tercatat Rp2.623.000 per gram, naik dari Rp2.616.000 per gram sehari sebelumnya.

Pergerakan harga dan tren harian

Kenaikan pada akhir bulan melengkapi tren penguatan yang sudah berlangsung sejak Kamis (30/7/2026). Pada hari itu, harga jual emas Antam lebih dulu menguat sebesar Rp15.000 per gram.

Selain itu, harga buyback pada Kamis tercatat melonjak lebih besar, lalu kembali naik pada Jumat.

Harga buyback dan selisih harga

Harga pembelian kembali atau buyback pada Jumat naik Rp17.000 menjadi Rp2.398.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.381.000. Dengan angka itu, selisih antara harga jual dan harga buyback berada di kisaran Rp225.000 per gram.

Pandangan investor lokal

Seorang investor emas di Malinau, Afri, menilai penguatan harga yang berkelanjutan memberi sinyal positif bagi pemegang emas jangka panjang. Ia menyebut emas tetap layak dipertahankan sebagai alat diversifikasi aset.

'Menurut saya, emas masih menjadi pilihan yang baik sebagai bagian dari diversifikasi aset. Kita tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen, sehingga risiko investasi bisa lebih terjaga.'

Afri juga menyorot likuiditas emas sebagai salah satu keunggulan utama. Ia mengatakan proses penjualan kembali relatif mudah melalui gerai resmi atau mitra tepercaya saat membutuhkan dana.

'Likuiditas emas menjadi salah satu keunggulan. Ketika ada kebutuhan mendesak, proses menjual kembali cukup mudah, sehingga investor tetap memiliki fleksibilitas dalam mengelola keuangan.'

Prospek jangka menengah hingga panjang

Meski harga emas dapat berfluktuasi dalam jangka pendek, Afri menilai prospeknya tetap positif untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Ia menekankan permintaan terhadap aset aman atau safe haven berpotensi menopang harga ke depan.

'Selama kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, saya melihat prospek emas tetap baik. Karena itu, saya memilih tetap menambah kepemilikan secara bertahap sesuai kemampuan, bukan mengejar keuntungan jangka pendek,' tambahnya.

Pergerakan akhir Juli menunjukkan bahwa investor dan pemilik emas masih memberi ruang pada logam mulia sebagai bagian dari strategi proteksi nilai dan likuiditas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait