Harga Emas Antam Naik Rp7.000 per Gram Senin
Harga emas Antam kembali menguat pada Senin (3/8/2026). Pada pemantauan pukul 08.33 WIB, harga jual tercatat di Rp2.610.000 per gram, naik Rp7.000 dari posisi sebelumnya Rp2.603.000 per gram. Kenaikan juga tercermin pada harga buyback yang bergerak naik menjadi Rp2.379.000 per gram, atau meningkat Rp11.000.
Pergerakan harga terbaru
Perbedaan antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp231.000 per gram. Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada penguatan, pasar emas masih mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir.
| Item | Harga (Rp/gram) | Perubahan |
|---|---|---|
| Harga jual (Senin 3/8/2026, pukul 08.33 WIB) | 2.610.000 | +7.000 |
| Harga jual (Sabtu 1/8/2026) | 2.603.000 | -20.000 |
| Harga buyback (Senin 3/8/2026) | 2.379.000 | +11.000 |
| Harga buyback (Sabtu 1/8/2026) | 2.368.000 | -30.000 |
| Selisih jual-buyback | 231.000 | — |
Komentar investor
Investor emas di Malinau, Wahyudi, menilai perubahan harga harian merupakan hal yang wajar dalam investasi emas. Ia mengingatkan agar investor melihat pergerakan harga dalam jangka lebih luas dan tidak bereaksi berlebihan terhadap perubahan satu hari.
Fluktuasi harga emas itu sesuatu yang biasa. Jadi ketika harga turun, tidak selalu berarti harus panik, begitu juga saat harga naik jangan langsung terburu-buru mengambil keputusan
Wahyudi menyebut emas tetap menarik untuk investor dengan orientasi jangka menengah hingga panjang. Ia mengatakan bahwa tujuan investasi sebaiknya menjadi panduan utama saat memutuskan membeli atau menjual.
Yang paling penting bagi saya adalah tujuan investasinya. Emas disiapkan sebagai aset jangka panjang, sehingga ketika ada kenaikan atau koreksi harga, kita tetap melihat kembali tujuan awal investasi
Dampak dan prospek
Menguatnya harga hari ini memperlihatkan dinamika pasar yang masih fluktuatif. Bagi investor jangka pendek, perubahan beberapa ribu hingga puluhan ribu rupiah per gram bisa memengaruhi keputusan trading. Namun bagi investor jangka menengah dan panjang, pergerakan harian bisa dijadikan bahan pertimbangan strategi akumulasi.
Secara umum, harapan terhadap prospek emas tetap mengacu pada kemampuannya menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Meski demikian, para pemilik aset disarankan menyiapkan strategi yang memasukkan kemungkinan naik turun harga di masa mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...