Spektakuler: Final Piala Dunia 2026 Bakal Punya Halftime Show
FIFA berencana menghadirkan halftime show pada final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New York. Pengumuman ini disampaikan sebagai upaya membuat final lebih megah, menyerupai hiburan ala Super Bowl, dengan durasi jeda yang akan diperpanjang dan rangkaian penampil internasional.
Konsep dan inspirasi
Inisiatif halftime show itu muncul atas keinginan Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menyetarakan aspek hiburan sepak bola dengan liga besar lain seperti NFL. Konsep ini terinspirasi dari pertunjukan serupa yang digelar pada final Piala Dunia Antarklub 2025.
Pertunjukan pada 2025 menampilkan Doja Cat sebagai headliner, dibantu J Balvin, Tems, dan Emmanuel Kelly. Keberhasilan acara tersebut mendorong FIFA mengangkat format hiburan ke panggung final Piala Dunia.
Kurator dan line-up
Vokalis Coldplay, Chris Martin, dikabarkan akan berperan sebagai kurator kreatif halftime show Piala Dunia 2026. Dia dipercaya memimpin arah artistik dan menyusun line-up penampil agar pertunjukan memiliki skala internasional.
- Doja Cat (pada Piala Dunia Antarklub 2025)
- J Balvin (pada Piala Dunia Antarklub 2025)
- Tems (pada Piala Dunia Antarklub 2025)
- Emmanuel Kelly (pada Piala Dunia Antarklub 2025)
Dampak pada durasi pertandingan
Penyelenggaraan halftime show otomatis memperpanjang jeda turun minum. Selama ini jeda pada final Piala Dunia hanya sekitar 15 menit. Dengan tambahan pertunjukan hiburan, jeda tersebut diproyeksikan berlangsung lebih lama untuk memfasilitasi produksi panggung dan penampilan artis.
Kampanye sosial dan pendanaan
FIFA menggandeng organisasi advokasi Global Citizen untuk menyisipkan pesan sosial dalam acara. Kolaborasi ini menargetkan penggalangan dana USD100 juta untuk program pendidikan dan komunitas di negara berkembang.
Salah satu mekanismenya adalah menyisihkan USD1 dari setiap penjualan tiket final untuk mendanai aksi sosial yang dikelola FIFA dan mitranya.
Peta besar Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah modern, melibatkan 48 negara. Turnamen akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan final dijadwalkan di Stadion MetLife, New York.
Penggabungan unsur hiburan besar seperti halftime show menunjukkan ambisi FIFA memperluas daya tarik turnamen di luar aspek olahraga. Ke depan, pelaksanaan teknis dan dampak pada format pertandingan akan menjadi sorotan publik dan pengamat sepak bola.
Berita Terkait
Devin/Faathir Tersingkir di 32 Besar Australia Open 2026
Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir tersingkir di 32 besar Australia Open 2026 usai kalah 17-21, 21-11, 13-21 da...
Ole Romeny Diprediksi Jadi Penentu Kemenangan Timnas vs Mozambik
Ole Romeny diprediksi jadi penentu saat Timnas Indonesia hadapi Mozambik di SUGBK, 9 Juni 2026; performa dan...
Susunan Pemain Indonesia vs Mozambik: Marselino Kembali
Marselino Ferdinan kembali jadi starter saat Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026; Herdman menurun...
Rachel/Febi Melaju ke 16 Besar Australia Open 2026
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum melaju ke 16 besar Australia Open 2026 usai menaklukkan Kim Yu Jung/L...
Pelupessy Bidik Kemenangan Kedua atas Mozambik di GBK
Joey Pelupessy membidik kemenangan kedua saat Timnas Indonesia menjamu Mozambik di GBK, 9 Juni 2026 pukul 20...
Jamarr Johnson Puji Atlet Tunarungu di Coaching Clinic Istiqlal
Jamarr Johnson memuji semangat atlet tunarungu saat coaching clinic dan pertandingan persahabatan di lapanga...