Lokal

Guru MTsN 1 Medan Wakili Indonesia di Pelatihan Guru di China

Bagikan:
Fajar Lailatul Mi'rojiyah, guru MTsN 1 Medan, akan mengikuti pelatihan guru di China

Medan — Fajar Lailatul Mi’rojiyah, guru IPA MTsN 1 Medan, terpilih mewakili Indonesia pada Training Program for Backbone Teachers of Luban Workshop in Asia Countries di China. Pelatihan 14 hari ini dimulai pada 21 Mei 2026 dan diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara RI.

Siapa, kapan, dan tujuan program

Laila, sapaan guru berpengalaman itu, mengabdi sejak 2010. Ia dipilih karena rekam jejaknya membimbing peserta lomba sains dan vokasi. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kompetensi guru dan pengembangan keterampilan vokasi di kawasan Asia.

"Para peserta akan mendapatkan berbagai materi pelatihan, pengalaman kolaborasi internasional, serta pengenalan teknologi pendidikan modern. Kesempatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di tingkat global,"

Profil dan kontribusi Laila

Laila mengajar mata pelajaran IPA di MTsN 1 Medan dan aktif sebagai pembimbing Kompetisi Sains Madrasah (KSM) serta MYRES (OMI). Siswa binaannya berprestasi dari tingkat provinsi hingga nasional. Dedikasi dan ketekunan dalam membimbing siswa jadi alasan utama terpilihnya ia mengikuti program internasional.

Kriteria seleksi dan persyaratan bahasa

Seleksi ke program ini ketat. Selain capaian profesional, peserta diwajibkan melampirkan skor bahasa Inggris yang diakui lembaga internasional. Persyaratan skor sebagai berikut:

  • IELTS: minimal score 5.0
  • TOEFL ITP: minimal score 460
  • TOEFL iBT: minimal score 45
  • English Score British Council: minimal level B2

Semua sertifikat harus diterbitkan oleh ETS (Educational Testing Service) dan memiliki masa berlaku maksimal tiga tahun sejak diterbitkan. Laila menekankan bahwa proses ini bukan perjuangan mudah, namun membuahkan hasil.

Dampak bagi madrasah dan harapan ke depan

Kepala MTsN 1 Medan, Drs H. Syakhrim Harahap M.Pd, menyatakan kebanggaan atas prestasi guru tersebut. Ia berharap pengalaman internasional Laila dapat dibagikan kepada guru lain dan siswa di madrasah.

"Kabar ini sangat membahagiakan sekaligus memberikan motivasi dan inspirasi bagi kita semua. Semoga akan lebih banyak lagi guru-guru yang mampu berprestasi hingga tingkat internasional," ujarnya.

Menjelang keberangkatan, Laila juga memberi motivasi kepada siswa. Ia mengingatkan pentingnya kerja keras, doa, dan kesungguhan agar membuka jalan menuju kesuksesan. Pesan ini menegaskan peran guru tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi generasi muda.

Pengalaman Laila di China diharapkan menambah wawasan pedagogis dan teknologi pendidikan yang dapat diimplementasikan di MTsN 1 Medan. Program ini juga menjadi kesempatan memperkuat jaringan internasional antarpendidik di kawasan Asia.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait