Dosen Al Azhar Latih SPPG Medan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Medan – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Medan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kopi Takar Indonesia, Sei Sikambing B, Medan Sunggal. Kegiatan dua hari itu ditutup pada Sabtu (23/5) dan bertujuan memperkuat pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa, balita, ibu hamil, dan menyusui.
Kegiatan dan peserta
PKM berlangsung selama dua hari dan dihadiri pimpinan universitas serta pengurus SPPG. Hadir dalam penutupan antara lain Dekan Fakultas Ekonomi Eka Umi Kalsum, Ketua Panitia H. Syamsul Bahri, pimpinan SPPG Dr. H. Khaidir Ritonga, dan manajer SPPG Muhammad Zaki Akbar.
- Dekan Fakultas Ekonomi: Eka Umi Kalsum SE MSi
- Ketua Panitia PKM: H. Syamsul Bahri SE MM
- Pimpinan SPPG: Dr. H. Khaidir Ritonga MM
- Manajer SPPG: Muhammad Zaki Akbar S.Kom
- Relawan, tamu undangan, dan peserta dari Fakultas Ekonomi
Tujuan PKM dan materi
Tim dosen menyatakan tujuan utama kegiatan adalah menjalankan tri darma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga dimaksudkan memberi edukasi pelayanan berbasis empati dan standar pengolahan MBG.
"Di tempat ini kami ingin memberikan edukasi kepada pihak SPPG tentang bagaimana melayani dengan sepenuh hati. Makanya turut menghadirkan dosen memberi materi terkait pelayanan sepenuh hati,"
Peserta menerima paparan tentang prosedur pengolahan makanan bergizi dan kiat bekerja agar SPPG tidak menjadi beban operasional. Salah satu materi disampaikan oleh Sukarsih SE MM.
Proses produksi dan penilaian akademis
SPPG merupakan dapur pusat modern yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional untuk mengelola, memasak, dan mendistribusikan makanan bergizi. Fasilitas ini menjadi tulang punggung program MBG dan menyerap bahan baku dari petani, nelayan, serta melibatkan UMKM setempat.
"Setelah melihat langsung proses pengolahan MBG oleh SPPG di sini, dengan beragam fasilitas di dalamnya, maka kami bisa mengerti bagaimana mereka berupaya menyediakan MBG sesuai ketentuan yang ada,"
Dosen memantau proses produksi untuk memahami kualitas, higienitas, dan mekanisme distribusi. Hasil pengamatan akan digunakan untuk sosialisasi kepada masyarakat luas agar lebih memahami fungsi SPPG dan MBG.
Tanggapan dan implikasi
Pimpinan SPPG, Dr. H. Khaidir Ritonga, menyampaikan operasional SPPG berjalan lancar dan program MBG relevan dengan kebutuhan saat ini.
"Kita patut dukung program MBG sebagai bentuk empati Presiden RI Prabowo Subianto pada rakyatnya. Empati itu juga perlu dimiliki rakyat guna mendorong program ini untuk anak bangsa,"
Selain edukasi, kegiatan diakhiri dengan peninjauan sarana-prasarana, pemberian cenderamata oleh pihak dosen, dan dialog antara akademisi serta pengelola SPPG. Langkah ini diharapkan memperkuat kualitas layanan MBG dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat setempat.
Berita Terkait
Danau Mati Sei Salak 10 Ha Potensial untuk Budidaya Ikan MBG
Danau mati seluas sekitar 10 ha di Sei Salak ditinjau untuk dikembangkan jadi budidaya ikan penopang program...
Dua Karyawan Toko Meninggal Diduga Keracunan Asap Genset di Batubara
Dua karyawan toko tewas dan dua dirawat setelah diduga keracunan asap genset saat pemadaman listrik di Batub...
Ketua Komisi B Ajak Perusahaan Gotong Royong Perbaiki Jalan Labura
Ketua Komisi B DPRD Labura mengajak perusahaan bergotong royong memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak...
TP PKK Aceh Besar Gelar Saweu Gampong di Gampong Durung
TP PKK Aceh Besar menggelar Saweu Gampong di Gampong Durung (23/5) untuk memperkuat ketahanan keluarga melal...
Aceh Besar Targetkan Juara di PORA XV 2026
Bupati Aceh Besar minta sinergi semua elemen olahraga demi raih prestasi terbaik di PORA XV 2026; 180 atlet...
Pemprov Sumut: Rp484 M Hanya Estimasi untuk Tower B RS Haji Medan
Pemprov Sumut jelaskan Rp484 miliar untuk konstruksi Tower B RS Haji Medan hanyalah estimasi; total proyek d...