Nasional

GasMas Surakarta: Dorong Keterlibatan Ayah dan Kesetaraan Pengasuhan

Bagikan:
Peluncuran program GasMas Surakarta mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi mendukung peluncuran program Gerakan Bapak Seneng Momong Anak Solo (GasMas) di Surakarta, Jawa Tengah, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Ia menilai program itu mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, serta mempromosikan kesetaraan peran orang tua dalam rumah tangga sebagai upaya memperkuat keluarga harmonis dan suportif.

Tujuan dan gagasan program GasMas

GasMas digagas oleh Pemerintah Kota Surakarta untuk mengajak ayah aktif terlibat dalam pengasuhan. Program ini dirancang agar peran pengasuhan tidak hanya menjadi beban ibu, melainkan menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Dengan pendekatan berkelanjutan, GasMas diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain.

Pernyataan MenPPPA

Arifah Fauzi menegaskan urgensi pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pengasuhan harus menjadi tanggung jawab kedua orang tua.

“Kesetaraan gender berarti pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan tidak hanya menjadi beban ibu. Pengasuhan anak harus menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu dalam keluarga,”

Arifah juga berharap GasMas berkembang menjadi gerakan sosial yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremoni pemerintah daerah.

“Gagasan luar biasa melalui gerakan GasMas dari Wali Kota Surakarta ini berangkat dari Solo untuk Indonesia. Kami berharap ini menjadi gerakan bersama untuk saling bersinergi, berkolaborasi, dan bergotong royong demi kesejahteraan perempuan dan anak,”

Dukungan Pemerintah Kota Surakarta

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menyatakan bahwa keterlibatan ayah berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak. Ia menyebut gerakan yang dilakukan secara bertahap dapat mengingatkan kembali para ayah agar lebih hadir di keluarga.

“Melalui gerakan organik yang dilakukan secara bertahap namun pasti. Kami ingin mengingatkan kembali para ayah akan pentingnya hadir bagi keluarga,”

“Keluarga harmonis dan rukun berawal dari hubungan terbuka antara ayah dan anak. Keterlibatan ayah mempererat ikatan emosional, komunikasi keluarga, serta menciptakan lingkungan aman dan ramah bagi anak,”

Langkah konkrit dan cakupan

Selain peluncuran GasMas, Pemkot Surakarta meluncurkan inisiatif Ruang Bersama Indonesia secara serentak di 54 kelurahan. Langkah ini bertujuan menyediakan ruang aman dan dukungan komunitas bagi keluarga.

  • Peluncuran GasMas di tingkat kota sebagai program percontohan.
  • Penyediaan Ruang Bersama Indonesia di 54 kelurahan.
  • Penguatan kampanye kesetaraan peran pengasuhan bagi ayah dan ibu.

Implikasi dan prospek

Jika diadopsi luas, GasMas berpotensi mengubah pola pengasuhan tradisional dan mendorong kesetaraan gender dalam rumah tangga di daerah lain. Keberlanjutan program akan bergantung pada kolaborasi pemerintah, komunitas, dan keluarga untuk menjadikan keterlibatan ayah sebagai praktik sosial yang mapan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait