Hotspot Kalsel Naik Jadi 44, Helikopter Water Bombing dari Riau Dikerahkan
Pemerintah memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan setelah jumlah titik panas naik menjadi 44 hotspot pada pagi Minggu, 23 Agustus 2026. Penambahan dukungan udara berupa satu helikopter water bombing dipindahkan sementara dari Riau untuk mempercepat pemadaman di daerah terdampak.
Deteksi hotspot dan sebaran
Menteri Kehutanan, Raja Antoni, menyatakan peningkatan tersebut teridentifikasi dari pemantauan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Titik panas tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Tapin.
"Masih ada per hari ini seperti tadi. Pada jam 6 pagi tadi masih ada 44 titik panas di Banjar, Banjarbaru, HSS, dan Tapin," ujar Raja Juli saat meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Tren hotspot dalam beberapa hari
Data pemantauan menunjukkan fluktuasi jumlah hotspot dalam beberapa hari terakhir. Pada 21 Agustus tercatat puncak sementara, lalu turun drastis sebelum kembali naik.
| Tanggal | Jumlah Hotspot | Waktu Pemantauan |
|---|---|---|
| 21 Agustus 2026 | 157 | — |
| 22 Agustus 2026 | 11 | 21.00 WIB |
| 23 Agustus 2026 | 44 | Pagi |
Respons gabungan: darat dan udara
Pemerintah mengerahkan operasi terpadu untuk menekan penyebaran kebakaran. Pasukan darat yang dikerahkan meliputi Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD. Dukungan udara difokuskan pada aksi water bombing oleh BNPB.
"Insyaallah nanti kita akan koordinasi bagaimana kemudian pasukan darat. Seperti TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan juga water bombing kita arahkan ke tempat-tempat yang memang sangat perlu," ujar Raja Juli.
Penambahan helikopter dari Riau
BNPB memutuskan menambah satu unit helikopter water bombing yang dipindahkan sementara dari Riau. Armada itu dijadwalkan tiba di Kalimantan Selatan pada Minggu siang untuk memperkuat operasi pemadaman.
"Riau alhamdulillah angkanya lebih rendah lagi. Jadi kita pinjam dulu sementara dari teman-teman untuk penambahan water bombing di Kalimantan Selatan ini," kata Menhut.
Penempatan armada udara tambahan diharapkan mempercepat upaya pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran, selagi tim darat terus melakukan penanganan di lokasi-lokasi yang terpantau memiliki hotspot.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR: Tangani Karhutla Kalsel Secara Cepat dan Terpadu
DPR minta penanganan karhutla Kalsel cepat dan terpadu untuk cegah risiko kesehatan, dengan tambahan persone...
BULOG Pastikan Stok Beras Aman di NTT untuk Tanggap Darurat
BULOG memastikan stok beras di NTT aman; stok awal 26.336 ton ditambah pasokan 67.446 ton, proyeksi mencapai...
Prabowo Siap Tinjau Lokasi Gempa NTT dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo akan meninjau dampak gempa NTT dalam waktu dekat; pemerintah belum memastikan jadwal kebera...
Istana Bantah Haji Isam Pimpin Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Istana bantah Haji Isam jadi koordinator pemadaman karhutla di Kalimantan; pemerintah tunjuk menteri dan pih...
Hetifah: Keselamatan Warga Prioritas Saat Asap Karhutla Kalimantan
Hetifah minta keselamatan warga diprioritaskan setelah ratusan hotspot karhutla dan ratusan hektare terbakar...
BULOG Kirim Beras ke NTT Secara Bertahap, Total Stok 93.782 Ton
BULOG mengirim tambahan 67.446 ton beras ke NTT secara bertahap sesuai kebutuhan; total stok diproyeksikan m...