Dinas Pariwisata: Bali Aman, Belum Ada Laporan Kasus Zika
Dinas Pariwisata Provinsi Bali
Status kasus di Bali
Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan otoritas kesehatan provinsi belum menerima laporan kasus Zika. Aktivitas pariwisata di Bali dinilai tetap berjalan normal.
I Wayan Sumarajaya: Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali. Karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur.
Sumarajaya juga meminta pelaku usaha pariwisata menjaga standar kesehatan dan kebersihan demi kenyamanan wisatawan selama berada di pulau.
Imbauan pencegahan
Meski belum ada laporan kasus, otoritas menghimbau wisatawan dan pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan nyamuk. Bali beriklim tropis sehingga risiko gigitan nyamuk tetap ada.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti: Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika, tapi karena negara tropis. Jadi wisatawan diimbau untuk waspada bila bepergian, itu suatu hal yang wajar.
Langkah pencegahan yang dianjurkan serupa dengan pencegahan demam berdarah dengue (DBD), yaitu menghindari gigitan nyamuk Aedes.
Peringatan internasional dari CDC
Pada 7 Agustus 2026, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 untuk Indonesia dengan perhatian khusus terhadap Bali. Level 2 merupakan anjuran untuk meningkatkan tindakan pencegahan selama perjalanan, bukan larangan berkunjung.
CDC mendorong wisatawan mengambil langkah perlindungan terhadap gigitan nyamuk saat bepergian.
Apa yang perlu diketahui dan dilakukan
Infeksi Zika seringkali ringan atau tanpa gejala. Namun perhatian khusus diperlukan bagi perempuan hamil atau yang merencanakan kehamilan karena risiko terhadap janin.
- Gejala umum: demam ringan, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, dan mata merah.
- Langkah pencegahan: gunakan repelen, kenakan pakaian berlengan panjang, dan hindari lokasi dengan populasi nyamuk tinggi.
- Pelaku usaha pariwisata: tingkatkan kebersihan lingkungan dan penanggulangan sarang nyamuk di akomodasi.
Dengan koordinasi lintas dinas kesehatan dan pariwisata, pemerintah provinsi menegaskan kesiapan memantau situasi. Wisatawan disarankan tetap waspada, tetapi tidak membatalkan rencana perjalanan bila mengikuti langkah pencegahan yang dianjurkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Hotspot Kalsel Naik Jadi 44, Helikopter Water Bombing dari Riau Dikerahkan
Hotspot di Kalimantan Selatan naik jadi 44 titik pada 23 Agustus; satu helikopter water bombing dari Riau di...
Indonesia Koordinasi dengan Negara Tetangga Atasi Karhutla Kalimantan
Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan negara tetangga dan menambah 1.500 TNI serta enam helikopter untuk...
DPR: Tangani Karhutla Kalsel Secara Cepat dan Terpadu
DPR minta penanganan karhutla Kalsel cepat dan terpadu untuk cegah risiko kesehatan, dengan tambahan persone...
BULOG Pastikan Stok Beras Aman di NTT untuk Tanggap Darurat
BULOG memastikan stok beras di NTT aman; stok awal 26.336 ton ditambah pasokan 67.446 ton, proyeksi mencapai...
Prabowo Siap Tinjau Lokasi Gempa NTT dalam Waktu Dekat
Presiden Prabowo akan meninjau dampak gempa NTT dalam waktu dekat; pemerintah belum memastikan jadwal kebera...
Istana Bantah Haji Isam Pimpin Pemadaman Karhutla di Kalimantan
Istana bantah Haji Isam jadi koordinator pemadaman karhutla di Kalimantan; pemerintah tunjuk menteri dan pih...