BULOG Amankan Gudang di NTT Usai Gempa, Belajar dari Sibolga
Perum BULOG memperketat pengamanan gudang dan percepatan distribusi logistik di Nusa Tenggara Timur setelah gempa melanda sejumlah wilayah pada akhir Agustus 2026. Langkah itu diambil untuk mencegah kekosongan pasokan dan mengantisipasi risiko penjarahan, berdasarkan pengalaman sebelumnya di Sibolga.
Langkah cepat dan koordinasi
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya segera menggelar rapat daring dengan seluruh pimpinan gudang, cabang, dan wilayah di NTT pada hari gempa terjadi. Tujuan utama rapat adalah memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan pangan bagi masyarakat terdampak.
“Kemarin belajar dari pengalaman di Sibolga. Yaitu BULOG Sibolga yang sempat kemarin dijarah,”
Berdasarkan koordinasi itu, BULOG memperkuat pengamanan fisik gudang dan menyiapkan mekanisme distribusi darurat. Selain itu, manajemen memerintahkan dukungan pengamanan tambahan dari aparat keamanan setempat.
Rincian distribusi bantuan
BULOG menginstruksikan setiap pimpinan cabang untuk menyalurkan bantuan pokok secara terukur. Instruksi tersebut berfokus pada pengiriman cepat ke wilayah paling parah terdampak.
- Distribusi minimal 20 ton beras ke setiap kabupaten/kota terdampak parah.
- Penyaluran minimal 1.000 liter minyak goreng ke wilayah terdampak.
“Pengalaman kami itu sangat bermanfaat, karena yang di Sibolga itu tidak ada langkah tersebut. Alhamdulillah semua gudang kita aman terkendali,”
Instruksi ini dimaksudkan agar tidak terjadi kekosongan pasokan saat kebutuhan mendesak meningkat.
Tantangan lapangan dan dukungan pihak lain
Kerusakan infrastruktur seperti jalan yang tertutup longsor dan rusak memperlambat distribusi. Untuk itu BULOG menggandeng berbagai pihak agar bantuan bisa menjangkau daerah terpencil.
- Koordinasi dengan BNPB dan sejumlah kementerian terkait.
- Permintaan dukungan pengamanan dan perbantuan logistik kepada TNI-Polri.
- Kolaborasi dengan aparat daerah untuk akses ke lokasi yang hanya bisa dilalui non-roda empat.
“Memang kami perlu juga dukungan backup. Dari teman-teman TNI-Polri untuk perbantuan pengamanan dan lain sebagainya,”
Implikasi dan tindak lanjut
Langkah pengamanan dan distribusi cepat ini menunjukkan upaya BULOG belajar dari pengalaman penjarahan gudang sebelumnya. Ke depan, organisasi berencana memperkuat prosedur kesiapsiagaan bencana dan skema pengawalan logistik agar bantuan lebih cepat dan aman.
Dengan dukungan aparat keamanan dan lembaga penanggulangan bencana, BULOG menargetkan aliran bantuan tidak terputus meski akses jalan terganggu. Upaya ini diharapkan menjaga ketersediaan pangan serta mencegah gangguan keamanan selama masa tanggap darurat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...