Gangguan SIMRS di RSUDYA Tapaktuan Hambat Ratusan Pasien
TAPAKTUAN, Gangguan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di RSUD dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan membuat ratusan warga Aceh Selatan kesulitan memperoleh layanan kesehatan sejak Selasa (28/7). Antrean panjang dan terhentinya pendaftaran menyebabkan layanan rawat jalan, penerbitan jaminan BPJS, dan transaksi pelayanan terhenti di sejumlah unit.
Antrean panjang dan dampak pada pelayanan
Sejumlah pasien yang datang dari berbagai kecamatan menunggu sejak dua hari terakhir, namun belum mendapatkan pelayanan di poliklinik. Mereka mengaku kecewa karena sudah melakukan perjalanan jauh ke Tapaktuan.
"Orang tua kami harus segera mendapat penanganan di poliklinik, tetapi sudah dua hari mengantre sampai sekarang belum juga dilayani,"
Gangguan ini memengaruhi loket pendaftaran, poliklinik, apotek, rawat inap, dan unit penunjang lainnya karena aliran data terhenti akibat server yang down.
Penyebab: pembaruan SIMRS dan keterbatasan server
Manajemen rumah sakit menyatakan gangguan terjadi saat proses pembaruan SIMRS. Aplikasi lama dinilai tidak mendukung integrasi dengan portal Kementerian Kesehatan dan sistem bridging BPJS Kesehatan, sehingga perlu implementasi sistem baru.
Namun implementasi SIMRS baru membutuhkan kapasitas pemrosesan data yang jauh lebih besar, sementara spesifikasi perangkat server yang ada dinilai tidak memadai. Direktur RSUDYA, dr. Erizaldi, melalui Kasubbag Humas menyatakan kondisi itu menyebabkan server mengalami down.
"Server yang ada sudah tidak direkomendasikan untuk menjalankan SIMRS baru. Akibatnya, server mengalami down sehingga proses pelayanan terganggu,"
Upaya pemulihan dan hambatan teknis lain
Tim teknis rumah sakit telah melakukan berbagai langkah pemulihan, termasuk restart database berkali-kali. Namun perbaikan bersifat sementara; sistem hanya mampu melayani kurang dari 30 pasien sebelum kembali terganggu.
Kondisi juga diperparah oleh gangguan jaringan internet yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, sehingga solusi perangkat keras dan jaringan harus diselesaikan bersamaan.
Harapan warga dan rencana perbaikan
Warga berharap rumah sakit rujukan regional tipe B itu segera memperkuat sumber daya manusia serta infrastruktur TI agar gangguan serupa tidak terulang. Manajemen memastikan upaya perbaikan terus berjalan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.
Manajemen berjanji bekerja maksimal untuk menyelesaikan persoalan sistem dan infrastruktur agar pelayanan kesehatan di RSUDYA dapat kembali normal secepatnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...