Said Abdullah: 3 Fondasi Hubungan Harmonis Megawati-Prabowo
JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah memaparkan tiga fondasi yang menjadi penopang hubungan harmonis antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto, meski keduanya berada pada posisi politik berbeda. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Tiga fondasi utama
Said menyebut fondasi pertama adalah persahabatan panjang antara Megawati dan Prabowo yang telah berlangsung puluhan tahun. Kedekatan itu, menurutnya, telah melewati berbagai dinamika politik nasional, termasuk saat keduanya berpasangan pada Pilpres 2009.
"Persahabatan kedua beliau ini tulus, tak ada cela. Bukan hanya sebatas pertemanan nasi goreng yang sering kali dilihat publik,"
Fondasi kedua adalah kepercayaan kenegaraan. Said mencontohkan keputusan Presiden Prabowo mempertahankan Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan posisi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meski PDI Perjuangan tidak berada di pemerintahan.
"Presiden Prabowo memandang Ibu Mega memiliki kapasitas kenegarawanan. Urusan Pancasila ini melampaui segalanya,"
Fondasi ketiga adalah kesamaan pandangan mengenai politik kebangsaan. Said menilai perbedaan posisional antara pemerintah dan partai penyeimbang tidak mesti berujung pada permusuhan, melainkan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
Dampak pada kerja parlemen
Said menggarisbawahi bahwa ketiga fondasi itu tercermin dalam praktik hubungan antarfraksi di parlemen. Meski kerap berbeda pandangan pada sejumlah kebijakan, komunikasi dan saling menghormati tetap terjaga antara kader PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.
Ia merujuk pada pidato Presiden Prabowo di DPR pada 20 Mei lalu, yang menurut Said memberi apresiasi terhadap masukan-masukan dari kader PDI Perjuangan di parlemen. Hal itu menjadi bukti bahwa diskusi politik masih dapat berlangsung secara konstruktif.
"Bagi saya, sosok kedua beliau ini sudah pada level political beyond, berpolitik untuk bangsa dan negara, bukan semata-mata kekuasaan,"
Konteks dan prospek
Said menilai pola hubungan Megawati dan Prabowo dapat menjadi teladan bagi politisi lain dalam menjaga etika berpolitik. Menurutnya, kemampuan membedakan posisi politik dan menghormati peran masing-masing akan memperkuat fungsi kontrol dan sinergi dalam sistem demokrasi.
Dengan tiga fondasi tersebut — persahabatan panjang, kepercayaan kenegaraan, dan pandangan kebangsaan yang sejalan — Said yakin hubungan kedua tokoh akan tetap stabil dan memberi dampak positif bagi stabilitas politik nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bawaslu Verifikasi Data SIPOL di Kantor DPC PDI Perjuangan Tuban
Bawaslu Kabupaten Tuban melakukan verifikasi data SIPOL di kantor DPC PDI Perjuangan Tuban untuk memastikan...
ASDP dan Pemkab Banyuwangi Bahas Solusi Antrean Pelabuhan Ketapang
ASDP dan Pemkab Banyuwangi bersepakat percepat peningkatan dermaga, perluasan buffer zone, dan kapal bantuan...
AirNav Bantu Kampung Seling: Turbin PLTMH & Fasilitas Dasar
AirNav dan Pemkab Banyuwangi serahkan turbin PLTMH, musala, ruang kelas, dan sanitasi untuk Kampung Seling p...
DPC PDI Perjuangan Kediri Gelar Tahlil 7 Hari untuk Guruh
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari untuk Guruh Soekarnoputra, menekankan pentin...
Pemkab Jember Atur Jam Operasional untuk Redam Konflik Pasar Tanjung
Pemkab Jember dan DPRD setujui pengaturan jam operasional Pasar Tanjung sementara menunggu revitalisasi dan...
Warga Surabaya Keluhkan Data Desil Tak Sesuai, DPRD Minta Pendataan
Warga Sukolilo mengeluh peringkat desil tak sesuai; DPRD minta RT/RW mendata warga untuk pendampingan pengaj...