Festival Sound Jenangan Dongkrak Ekonomi Lokal di Trenggalek
Trenggalek — Festival Sound Jenangan digelar di Lapangan Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, pada 20-21 Juni 2026. Event dua hari ini menghadirkan ratusan pengunjung dan komunitas sound system dari berbagai wilayah, sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal dan menguatkan usaha penyewaan serta penjualan perangkat sound system.
Dampak langsung pada ekonomi lokal
Hadirnya festival memberi efek ekonomi yang nyata bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Sejumlah penjual makanan, minuman, dan pelaku usaha kecil memanfaatkan tingginya kunjungan untuk meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pelanggan.
Menurut panitia, momentum ini menjadi kesempatan bagi UMKM lokal untuk menambah pendapatan serta mempromosikan produk unggulan daerah kepada pengunjung dari berbagai kecamatan.
Wadah silaturahmi dan ajang unjuk karya
Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, membuka acara dan menilai festival sebagai forum silaturahmi sekaligus ajang hiburan bagi masyarakat. Festival juga menjadi panggung bagi komunitas untuk menunjukkan kemampuan teknis serta kreativitas mereka.
"Festival ini menjadi wadah silaturahmi para pelaku sound system sekaligus hiburan bagi masyarakat Trenggalek,"
Doding menambahkan bahwa perkembangan usaha sound system di Trenggalek menunjukkan tren positif. Hampir setiap kecamatan kini memiliki pelaku usaha yang menggantungkan penghasilan dari jasa sewa sound system maupun penjualan perangkat pendukung.
Potensi usaha berbasis jasa kreatif
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa kreatif, khususnya usaha sound system, memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Usaha ini mampu membuka peluang kerja dan menjadi sumber pendapatan baru bagi warga setempat.
Festival juga diharapkan mempererat hubungan antarkomunitas. Dengan kerja sama yang lebih kuat, pelaku usaha dapat saling mendukung dalam pengembangan usaha dan peningkatan kualitas layanan.
Harapan dan prospek ke depan
Doding berharap kegiatan semacam ini menjadi pemicu tumbuhnya solidaritas antaranggota komunitas, sehingga kompetisi sehat dan kolaborasi dapat mendorong kemajuan bersama. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan demi keberlanjutan usaha lokal.
Secara jangka panjang, penyelenggaraan festival yang konsisten bisa memperkuat ekosistem UMKM dan sektor jasa kreatif di Trenggalek, serta menarik minat lebih banyak pelaku usaha untuk berinovasi dan berekspansi.
Berita Terkait
Doding Rahmadi Buka Uprintis Futsal League 2026 di Trenggalek
Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi membuka Uprintis Futsal League 2026 di GOR Gajah Putih, berharap muncul...
Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan: Wadah bagi Musisi Jalanan
DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar Banteng Musik Jalanan pada 18 Juni 2026 sebagai wadah ekspresi bagi...
Bangkalan Siap Tuan Rumah Penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
Bupati Lukman Hakim minta persiapan maksimal jelang penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Bangkal...
Bupati Sumenep Temui KKP, Usulkan Pagerungan Jadi Kampung Industri
Bupati Sumenep bertemu KKP pada 18 Juni 2026 untuk membahas penguatan SDM, pengembangan kawasan perikanan, d...
Bulan Bung Karno 2026 Lamongan: AI, mural, dan konservasi mangrove
DPC PDI Perjuangan Lamongan mengemas Bulan Bung Karno 2026 dengan lomba Video AI, mural, konservasi mangrove...
Pemkab Gresik Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk 43 UMKM Semambung
Pemkab Gresik salurkan Rp5 juta untuk 43 UMKM Semambung pasca-penertiban; juga sediakan lahan relokasi 1.000...