Festival Kuliner Banua Catat Transaksi UMKM Rp200 Juta
Festival Kuliner Banua x QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 resmi berakhir di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dengan catatan transaksi UMKM mencapai Rp200 juta melalui lebih dari 5.000 transaksi QRIS. Kegiatan yang berlangsung beberapa hari itu juga menarik hampir 2.000 pengunjung sebagai ajang promosi kuliner dan penguatan transaksi digital bagi pelaku usaha kecil.
Hasil transaksi dan dampak ekonomi
Festival memperlihatkan manfaat langsung terhadap perputaran ekonomi lokal. Total transaksi penjualan UMKM mencapai Rp200 juta, tercatat lewat lebih dari 5.000 pembayaran menggunakan QRIS. Angka ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap pembayaran digital.
Wakaf digital dan alokasi dana
Selain transaksi komersial, festival juga menggalang wakaf digital. Dana wakaf yang dihimpun mencapai lebih dari Rp27,4 juta dan akan disalurkan untuk beberapa program pemberdayaan.
- Pembangunan dapur produksi daging olahan untuk pondok pesantren
- Pengembangan kandang ayam untuk pemberdayaan masyarakat
- Dana abadi pendidikan
Edukasi keuangan dan perlindungan konsumen
Festival menyisipkan rangkaian literasi keuangan. Lebih dari 500 masyarakat mengikuti sesi edukasi digital, dengan lebih dari 94% peserta menunjukkan tingkat pemahaman yang baik setelah mengikuti kegiatan. Sementara itu, sekitar 50 pengunjung memanfaatkan layanan perlindungan konsumen dan pengecekan sistem layanan informasi keuangan bersama OJK.
| Kategori | Angka |
|---|---|
| Pengunjung | ~2.000 |
| Transaksi QRIS | >5.000 |
| Nilai transaksi UMKM | Rp200.000.000 |
| Wakaf digital | Rp27.400.000+ |
| Peserta literasi | >500 (94% paham) |
| Layanan OJK dimanfaatkan | >50 pengunjung |
Peran media sosial dan sinergi
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W., menilai festival menunjukkan manfaat ekonomi nyata dan efektivitas kolaborasi. Ia juga memaparkan capaian jangkauan di kanal digital.
“Konten Festival Kuliner Banua di akun Instagram KPwBI Kalsel menjangkau lebih dari 140.000 impression dan 79.000 reach dengan lebih dari 3.100 interaksi. Unggahan dari puluhan akun masyarakat menghasilkan lebih dari 600.000 tayangan dan sekitar 2.500 repost,” kata Aloysius Donanto H.W.
Bank Indonesia menilai keberhasilan acara tidak lepas dari sinergi antara pelaku UMKM, komunitas, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan. Sinergi ini diharapkan menjadi modal untuk memperkuat transformasi ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, penyelenggara menargetkan perluasan program edukasi dan adopsi QRIS agar manfaat ekonomi festival dapat direplikasi di daerah lain, terutama untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...