Lokal

Siswi Karo Diduga Keracunan MBG, Masih Rawat Jalan di RSUP Adam Malik

Bagikan:
Febiola Br Purba dirawat jalan di RSUP H. Adam Malik setelah dugaan keracunan MBG

MEDAN — Febiola Br Purba (Feby), siswi asal Kabupaten Karo, masih menjalani pengobatan secara rawat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan setelah diduga menjadi korban keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pertengahan Agustus 2026. Kasus ini menimbulkan perhatian karena Feby mengalami gangguan fungsi saraf dan penurunan daya ingat.

Kronologi kasus

Peristiwa bermula pada pertengahan Agustus 2026 ketika sejumlah pelajar di Kabupaten Karo menunjukkan gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Feby termasuk salah satu yang kondisinya paling diperhatikan akibat tanda-tanda gangguan neurologis dan memori.

Perawatan di beberapa rumah sakit

Selama penanganan medis, Feby tercatat berpindah perawatan ke beberapa fasilitas. Tim keluarga dan rumah sakit menyatakan dia sudah dirawat di lima rumah sakit sejak munculnya gejala.

  • RS Kabanjahe
  • RS Efarina
  • RSU Haji Medan
  • RSUP H. Adam Malik Medan
  • RS Amanda Karo

Saat ini Feby menjalani kontrol rawat jalan di RSUP H. Adam Malik.

Pemeriksaan medis dan jadwal kontrol

Manajemen rumah sakit menyampaikan bahwa Feby telah datang untuk pemeriksaan rawat jalan sebanyak dua kali, yaitu pada 31 Agustus 2026 dan 7 September 2026. Penanganan dilakukan oleh dokter spesialis Gastroenterologi Anak dan Neurologi Anak.

"Feby telah menjalani dua kali kunjungan pemeriksaan sebagai pasien rawat jalan, masing-masing pada 31 Agustus 2026 dan 7 September 2026," Rosario Dorothy Simanjuntak, Manajer Hukum dan Humas RSUP Haji Adam Malik Medan.

Selain pemeriksaan klinis, tim medis juga melakukan pemeriksaan Electroencephalography (EEG) untuk mengevaluasi kondisi neurologisnya.

Kondisi klinis dan pemantauan lanjutan

Berdasarkan keterangan keluarga, Feby mengalami penurunan daya ingat yang signifikan. Keluarga menyebut kehilangan ingatan mencapai sekitar 70 persen. Karena itu, pasien masih menjalani kontrol dan pemantauan berkala sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.

Kasus ini masih dalam proses penanganan medis dan observasi lebih lanjut untuk menilai pemulihan fungsi neurologis dan memori. Pihak keluarga bersama tim medis melanjutkan pemantauan berkala untuk mendukung proses rehabilitasi dan memastikan kebutuhan perawatan jangka panjang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait