Lokal

SMP di Pematangsiantar Gelar Fashion Show Pakaian Adat Simalungun

Bagikan:
Siswa tampil dalam fashion show pakaian adat Simalungun di Pematangsiantar

Pematangsiantar — Ketua Dekranasda Pematangsiantar, Liswati Wesly Silalahi, membuka lomba fashion show pakaian adat Simalungun tingkat SMPN dan SMPS pada Rabu (22/7) di aula SMP Budi Mulia, Sukaraja, Siantar Marihat. Liswati mengimbau peserta tampil penuh percaya diri dan menjadikan kemenangan sebagai bonus.

Arahan Dekranasda dan tujuan acara

Dalam sambutan pembukaan, Liswati memberi dukungan moral kepada para pelajar yang tampil. Ia menekankan pentingnya mengenakan identitas budaya dengan bangga dan menjadikan panggung sebagai sarana pembelajaran.

"Kepada anak-anakku peserta lomba, tampillah penuh percaya diri. Kemenangan sejati yakni ketika kalian tampil dengan bangga mengenakan identitas adat Simalungun. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, membawa berkah dan meningkatkan kebersamaan kita semua,"

Penguatan jati diri lewat busana tradisional

Wali Kota Wesly Silalahi diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Syaiful Rizal, mengatakan Pematangsiantar kaya nilai sejarah dan budaya. Ia menyebut budaya Simalungun sebagai jati diri yang harus dipertahankan di tengah arus modernisasi.

"Pakaian adat bukan sekedar helai kain indah yang kita kenakan, melainkan simbol kehormatan, identitas dan warisan leluhur yang menyimpan cerita filosofi luhur,"

Syaiful menambahkan bahwa peragaan busana juga mengajarkan anak-anak tentang filosofi busana tradisional seperti hiou, gotong, dan bulang. Ia mengajak peserta memanfaatkan momen untuk menumbuhkan rasa cinta pada kebudayaan lokal.

"Tunjukkan pesona dan senyum terbaik kalian di atas panggung, jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal,"

Penilaian juri dan pelaksanaan lomba

Panitia menugaskan dewan juri yang menyatakan akan menilai secara objektif. Hotman Damanik, salah satu juri, mengatakan pihak juri hanya menerima nomor urut peserta sehingga penilaian dilakukan tanpa memandang asal sekolah.

"Bertandinglah secara fair play, mohon doa agar kami mendapat kebijaksanaan dan objektif dalam menilai,"

Selain Hotman, dewan juri terdiri dari Arif Hidayat Lubis dan Kawan Jatinggi Purba. Hotman juga mengingatkan peserta memeriksa perangkat busana sebelum tampil.

Jumlah peserta dan rangkaian acara

Kegiatan menampilkan 38 peserta yang tampil berpasangan dari 19 sekolah SMP negeri dan swasta di Pematangsiantar. Panitia menghadirkan atraksi pembuka dan pawai busana untuk memeriahkan acara.

  • Tarian penyambutan dan tortor sombah dari UPTD SMPN 1
  • Tarian multi etnis dari SMP Yayasan Perguruan Sultan Agung
  • Parade fashion show oleh peserta dan guru pendamping

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan, Fakhrudin Sagala, menyatakan tujuan lomba adalah memperkenalkan tata cara budaya Simalungun yang benar, menguatkan karakter pelajar, serta memberi ruang ekspresi seni bagi generasi muda.

Acara ini diharapkan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Simalungun dan mendorong pelestarian nilai-nilai lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait