Menbud Fadli Dorong Budaya Banyumas Masuk Film dan Konten Digital
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pengembangan budaya lokal Banyumas melalui film, teater, literasi, podcast, dan konten digital agar lebih dekat dengan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri Banyumas Lengger Bicara 2026 di Purwokerto, Jumat, 26 Juni 2026. Tujuannya untuk memperkuat pelestarian dan identitas daerah dengan pendekatan kreatif yang berkelanjutan.
Dorong budaya lewat konten kreatif
Fadli menilai medium kreatif dapat menjangkau audiens lebih luas dan menarik minat generasi muda. Ia mengajak komunitas, pelaku seni, dan pembuat konten memanfaatkan platform digital serta industri film untuk mengangkat warisan lokal.
"Budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan. Tetapi karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya," ujar Fadli.
Kekayaan budaya Banyumas
Fadli menyebut Banyumas memiliki tradisi dan identitas yang kuat. Beberapa bentuk seni dan ciri khas bahasa daerah disebut berpotensi untuk dikembangkan melalui pendekatan kreatif.
- Lengger Banyumasan
- Calung Banyumasan
- Ebeg
- Buncis
- Seni Begalan
- Ronggeng Banyumasan
- Dialek ngapak
Langkah pelestarian dan dukungan kementerian
Menurut Fadli, Kementerian Kebudayaan memperkuat perlindungan budaya lewat beberapa langkah. Fokusnya pada pemberdayaan komunitas, festival, dokumentasi, dan pemanfaatan teknologi digital secara nasional.
"Kementerian Kebudayaan terus memperkuat perlindungan budaya melalui pemberdayaan komunitas, festival, dokumentasi, serta pemanfaatan teknologi digital secara nasional," katanya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang promosi hingga tingkat internasional.
Dukungan daerah dan penghargaan
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa tema acara, Gemah Ripah Loh Jinawi, merefleksikan sinergi pembangunan dan pelestarian budaya. Menurutnya, pembangunan harus juga menjaga identitas budaya masyarakat.
"Pembangunan tidak hanya diukur melalui infrastruktur, tetapi juga kemampuan menjaga identitas budaya masyarakat secara berkelanjutan," kata Sadewo.
Panitia memberikan penghargaan dalam sesi "Tribute to Maestro" kepada Peang Penjol dan Suliyah sebagai bentuk apresiasi terhadap maestro seni tradisi. Fadli berharap Lengger Banyumas terus menjadi ruang dialog budaya yang memperkuat identitas daerah dan memajukan kebudayaan Indonesia.
Dengan upaya terintegrasi antara komunitas, pemerintah daerah, dan pemanfaatan teknologi, tradisi Banyumas diharapkan mampu bertahan sekaligus berkembang dalam bentuk baru yang relevan bagi generasi sekarang dan mendatang.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Final Trailer Operasi Pesta Copet Rilis: Kisah Persahabatan Empat Sahabat
Final trailer Operasi Pesta Copet tunjukkan empat sahabat mencuri 300 ponsel; film angkat persahabatan dan t...
Marbles Rilis Single 'Catch Me' dengan Konsep Tarik-Ulur
Marbles meluncurkan single 'Catch Me', bercerita soal hubungan tarik-ulur dengan lirik bilingual dan visual...
Sebelum Dangdut: Sejarah Gambus dan Perannya pada Musik Melayu
Gambus, alat berdawai asal Timur Tengah, masuk ke Nusantara sejak abad ke-19 dan ikut membentuk musik Melayu...
Disney Umumkan Jadwal Animasi hingga 2029: Frozen 3 dan Incredibles 3
Disney dan Pixar mengumumkan jadwal film animasi hingga 2029, termasuk Frozen 3, Incredibles 3, Coco 2, dan...
Marvel Umumkan Pemeran X-Men, Schreier Siapkan Cerita Baru
Marvel umumkan tujuh pemeran X-Men di D23 2026 dan sutradara Jake Schreier janji adaptasi baru; film dijadwa...
Disney Siapkan Zootopia 3 Usai Sukses Besar Zootopia 2
Disney umumkan Zootopia 3 pada D23 setelah Zootopia 2 memecahkan rekor box office global; karakter utama dip...