BGN Prioritaskan Ekspansi MBG ke Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan memprioritaskan perluasan layanan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi.
Siapa, apa, kapan, dan mengapa
Kepala BGN, Sudaryono, menyampaikan rencana itu dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Kamis, 17 September 2026. Ekspansi MBG dilakukan secara bertahap untuk menjamin kesiapan wilayah penerima layanan.
Prioritas diberikan pada daerah yang paling membutuhkan agar intervensi gizi lebih tepat sasaran dan berdampak.
Prioritas wilayah dan kriteria
BGN menekankan beberapa kriteria utama sebelum memperluas layanan MBG. Pemeriksaan kesiapan mencakup perizinan, sanitasi, kualitas layanan, dan keamanan pangan.
Kelompok wilayah dan lembaga yang menjadi prioritas adalah:
- Wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
- Pesantren
- Daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi
Sudaryono menegaskan proses ekspansi tidak dilakukan serentak, melainkan dimulai dari lokasi yang paling membutuhkan.
"Dari wilayah-wilayah terluar, kemudian ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan, termasuk di Pulau Jawa. Kita mulai tahapnya dari yang paling membutuhkan lebih dahulu,"
Strategi pelaksanaan
Strategi BGN bertujuan memastikan setiap perluasan mempertahankan kualitas layanan dan keamanan pangan bagi penerima manfaat. Pembinaan dan verifikasi kesiapan layanan menjadi langkah awal sebelum MBG dijalankan di suatu wilayah.
Langkah ini diharapkan mencegah layanan yang tidak memenuhi standar dan memastikan efektivitas program dalam menurunkan angka stunting.
Anggaran BGN 2027
Pagu anggaran BGN untuk 2027 ditetapkan sebesar Rp240,52 triliun, setelah penyesuaian dari pagu indikatif sebelumnya Rp270 triliun. BGN menyebut penyesuaian ini sebagai hasil efisiensi sekitar Rp30 triliun.
| Pos Anggaran | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|
| Program pemenuhan gizi nasional | Rp232,88 triliun | ~96,90% |
| Dukungan manajemen | Rp7,33 triliun | ~3% |
BGN menegaskan penggunaan anggaran diarahkan agar efektif, efisien, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Implikasi dan prospek
Dengan prioritas ke wilayah 3T dan daerah stunting tinggi, BGN berharap intervensi MBG memberikan dampak yang lebih besar pada penurunan stunting. Pendekatan bertahap dan persyaratan kesiapan dimaksudkan untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan.
Ke depan, pengawasan pelaksanaan dan evaluasi dampak akan menjadi kunci untuk memastikan alokasi anggaran mencapai tujuan peningkatan status gizi nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bahlil: Tangki BBM Dimodifikasi Picu Antrean di Makassar
Bahlil ungkap tangki BBM dimodifikasi hingga 1 ton picu antrean subsidi di Makassar; pemerintah akan menerti...
BGN Cabut 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Fokus ke Wilayah 3T
BGN mencabut 1.653 sekolah dari penerima MBG untuk memfokuskan layanan pada wilayah 3T dan daerah dengan tin...
DPR: Penguatan Sistem Perlindungan Anak Mendesak
Hetifah Sjaifudian mendorong penguatan sistem perlindungan anak, kanal pengaduan aman, dan layanan pemulihan...
DPR: LRT Kelapa Gading-Manggarai Perkuat Transportasi Publik
Anggota DPR Danang apresiasi peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai 16 September 2026 sebagai langkah memperk...
Prabowo Perintahkan Investigasi Kecelakaan KMP Virgo
Presiden Prabowo memerintahkan investigasi kecelakaan KMP Virgo Transportasi 8; KNKT ditunjuk memimpin penye...
Pencarian Hari Keempat KM Virgo: Belum Ditemukan Korban Tambahan
Pencarian hari keempat KM Virgo Transport 8 belum menemukan korban tambahan. Arus kuat dan pergeseran bangka...