BPBD Aceh Besar Edukasi 1.559 Pelajar Lewat MPLS
KOTA JANTHO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mengedukasi 1.559 peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 pada Kamis, 23 Juli. Kegiatan ini digelar untuk menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak usia sekolah di wilayah Kabupaten Aceh Besar.
Program dan sekolah sasaran
Kegiatan edukasi BPBD berlangsung di beberapa sekolah dan pesantren di Aceh Besar. Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran antara lain:
- SDN Capeung
- SMPN 3 Ingin Jaya
- SMPN 1 Kuta Baro
- SMPN 2 Blang Bintang
- SMAN Modal Bangsa
- SMAN 1 Lhoknga
- SMAN 1 Sukamakmur
- SMAN 1 Lembah Seulawah
- Pesantren Teknologi Muamalat Solidarity Boarding School Kota Jantho
Materi edukasi dan tujuan
Selama MPLS, para peserta didik menerima materi tentang jenis ancaman bencana yang potensial di Aceh Besar, langkah mitigasi, prosedur evakuasi, serta teknik penyelamatan diri saat keadaan darurat. Materi disampaikan dengan tujuan membentuk karakter pelajar yang peduli dan tanggap terhadap risiko di sekitarnya.
"Peserta didik merupakan kelompok yang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana sejak awal. Melalui MPLS, kami ingin membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan adalah bagian dari budaya yang harus dimiliki setiap individu, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,"
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil SSos MSi, menyampaikan pentingnya peran sekolah dalam membentuk masyarakat tangguh. Ia berharap penanaman pengetahuan kebencanaan sejak dini akan membuat siswa tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di keluarga dan lingkungan.
"Ketika pengetahuan kebencanaan ditanamkan sejak usia sekolah, para pelajar tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Inilah yang menjadi salah satu tujuan utama program ini,"
Rencana perluasan dan harapan ke depan
Ridwan menyatakan BPBD Aceh Besar akan terus memperluas program edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah lain sebagai bagian upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendidikan sejak usia dini.
"Dengan semakin banyak pelajar yang memahami mitigasi dan kesiapsiagaan, kita berharap akan lahir generasi yang tangguh serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Aceh Besar yang lebih siap menghadapi berbagai ancaman bencana,"
Dengan penguatan materi, pelatihan praktik evakuasi, dan pelibatan sekolah secara berkelanjutan, program edukasi ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan komunitas dan memperkecil dampak saat bencana terjadi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DKP Aceh Salurkan Ikan Segar di Kuta Cot Glie untuk Tingkatkan Gizi
DKP Aceh menyalurkan bantuan ikan segar di Kuta Cot Glie, Aceh Besar, untuk membantu pemenuhan gizi ibu hami...
Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Aceh Besar, mulai beroperasi 19 September dan mengairi lebih dari...
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...