Anggota DPRD Medan Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan
Medan — Penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan seorang anggota DPRD Medan berinisial AT sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan. Insiden terjadi pada Jumat, 5 Juni, di Jalan Tapanuli, Kecamatan Medan Barat, dan berujung pada laporan polisi yang diajukan korban bernama Robin.
Kronologi kejadian
Menurut keterangan korban, perselisihan bermula ketika kendaraan yang dikendarainya melintasi polisi tidur sehingga mengeluarkan suara. Suara itu diduga memicu emosi pihak terlapor yang berada di lokasi. Kedua pihak kemudian bersitegang hingga terjadi tindakan kekerasan terhadap korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami luka memar pada wajah dan lengan. Korban lantas membuat laporan resmi ke Mapolrestabes Medan untuk menindaklanjuti dugaan penganiayaan secara bersama-sama.
Perkembangan penyidikan
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Lubis, menyatakan penyidik telah menaikkan kasus dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Dengan peningkatan status itu, pihak kepolisian menetapkan AT sebagai tersangka.
“Dengan ditingkatkan kasus ini ke tahap penyidikan, kami (penyidik) telah menetapkan AT sebagai tersangka,”
Pernyataan resmi ini disampaikan pada Rabu, 29 Juli, sebagai konfirmasi bahwa proses hukum terhadap terlapor berjalan lebih lanjut.
Status penahanan dan langkah selanjutnya
Hingga keterangan terakhir, penyidik belum merinci apakah AT langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka. AKBP Adrian Lubis menyatakan bahwa perkembangan terkait penahanan dan proses investigasi akan disampaikan kemudian.
“Nanti akan kita sampaikan perkembangan kasusnya,”
Penyidik kini mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk melengkapi berkas perkara sebelum keputusan lebih lanjut diambil oleh penyidik atau pihak kejaksaan.
Implikasi dan prospek
Penetapan status tersangka terhadap seorang wakil rakyat menempatkan kasus ini pada perhatian publik dan penegak hukum. Proses selanjutnya akan menentukan apakah berkas perkara memenuhi unsur pidana pengeroyokan untuk diajukan ke persidangan.
Pihak kepolisian berjanji memberikan informasi lanjutan seiring berkembangnya penyidikan. Publik dan pihak terkait diharapkan menunggu pengumuman resmi dari Polrestabes Medan untuk keterangan lebih rinci.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...