DPR Gelar Rapat Paripurna: Bahas 5 RUU dan Penjualan Kapal
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 pada Selasa, 8 September 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat dimulai pukul 09.30 WIB dan dipimpin oleh para pimpinan DPR. Agenda utama meliputi pembahasan lima agenda, termasuk pengambilan keputusan terhadap beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) serta persetujuan penjualan Barang Milik Negara.
Agenda utama rapat
Rapat paripurna itu menempatkan lima isu sebagai prioritas yang akan dibahas dan diputuskan. Pembahasan akan melibatkan laporan komisi, pendapat fraksi-fraksi, serta pengambilan keputusan untuk menetapkan beberapa RUU menjadi RUU Usul DPR RI.
- Persetujuan penjualan satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 sebagai Barang Milik Negara;
- Pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria (usul inisiatif Badan Legislasi DPR RI);
- Pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (usul inisiatif Badan Legislasi DPR RI);
- Pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (usul inisiatif Komisi I DPR RI);
- Pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (usul inisiatif Komisi II DPR RI).
Penjualan kapal eks KRI
Salah satu laporan yang akan disampaikan Komisi I adalah persetujuan terkait penjualan satu unit kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 sebagai Barang Milik Negara. Setelah laporan, agenda ini akan dilanjutkan dengan proses pengambilan keputusan oleh DPR RI.
RUU Reforma Agraria
RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria diajukan sebagai usul inisiatif oleh Badan Legislasi DPR RI. Dalam paripurna ini DPR akan mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dan kemudian mengambil keputusan apakah RUU tersebut ditetapkan sebagai RUU Usul DPR RI.
Perubahan UU Pemerintahan Aceh
RUU perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh juga merupakan usul inisiatif Badan Legislasi. Fraksi-fraksi akan menyampaikan pandangannya sebelum DPR melanjutkan ke tahap pengambilan keputusan.
RUU Penyiaran dan Administrasi Kependudukan
Komisi I mengusulkan RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, sementara Komisi II mengusulkan RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Kedua RUU akan didengar pendapat fraksi-fraksi dan ditindaklanjuti dengan pengambilan keputusan pada paripurna.
Penutup
Hasil paripurna akan menentukan status beberapa RUU dan keputusan terhadap penjualan aset negara pada hari tersebut. Rapat diperkirakan menyelesaikan pembacaan pendapat fraksi dan melanjutkan proses pengambilan keputusan untuk masing-masing agenda.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...