Lokal

Komisi III Panggil Polisi dan Keluarga soal Kematian Winda Gowasa

Bagikan:
Gedung DPR dan Polrestabes Medan sebagai ilustrasi pemanggilan dan penyelidikan

Medan — Komisi III DPR akan memanggil Polda Sumut, Polrestabes Medan, dan keluarga korban guna mengklarifikasi kematian Winda Lorenza Gowasa (35) yang menembak kepalanya dengan senjata api milik mantan suaminya, demikian diberitahukan pada Sabtu (8/8). Selain kasus tersebut, jagad maya juga ramai oleh video dugaan anggota DPRD yang memakai vape getar dan permohonan mantan pelompat batu Tafoo’lo Nehe untuk diundang ke upacara HUT ke-81 RI.

Komisi III Gelar RDPU untuk Menyidik Penyebab Kematian

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyatakan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan pihak kepolisian dan keluarga korban. Tujuan pemanggilan adalah melakukan pengawasan dan memastikan penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa.

"Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPR RI akan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan menghadirkan pihak kepolisian dan keluarga korban untuk memastikan penyebab kematian wanita WLG,"

Perkembangan penyelidikan dan jadwal RDPU belum dirinci lebih jauh dalam pernyataan tersebut. Kasus ini memicu perhatian luas karena keterlibatan senjata api dinas yang disebut milik mantan suaminya.

Video Diduga Anggota DPRD Hisap Vape Getar

Sebuah video yang tersebar di media sosial memperlihatkan sosok yang diduga anggota DPRD Kota Medan inisial EAS tengah menghisap perangkat mirip vape getar. Rekaman itu viral setelah beredar di akun Facebook dan memicu perhatian publik.

Dalam video, pria yang disebut-sebut merupakan legislator Partai Hanura tampak berkumpul bersama sejumlah orang sambil menikmati minuman tuak. Ia terlihat memegang perangkat menyerupai vape dan mengisapnya beberapa kali.

"Tidak difoto ini, kan?"

Penyebutan identitas dan klarifikasi resmi dari pihak terkait belum muncul bersamaan dengan viralnya rekaman tersebut.

Tafoo'lo Nehe Minta Diundang ke Upacara HUT ke-81

Tafoo'lo Nehe, mantan pelompat batu dari Kepulauan Nias yang wajahnya tercetak pada uang seribu, menyampaikan permohonan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar diundang ke Istana Merdeka untuk mengikuti upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026.

Permintaan itu disampaikan saat kunjungan wisata budaya Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara dan Kepulauan Nias di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan pada Kamis (6/8).

"Saya bernama Tafoo'lo Nehe, dari penduduk Desa Bawomataluo. Perkenalkan saya dari Nias Selatan, saya mantan pelompat batu yang di mata uang seribu,"

Ia berharap mendapat kesempatan hadir dalam peringatan kemerdekaan di ibu kota sebagai bentuk penghargaan atas warisan budaya Nias.

Ketiga peristiwa ini menjadi sorotan publik di Sumatera Utara; pemanggilan oleh Komisi III diharapkan memberi kejelasan atas kasus kematian, sementara viralnya video dan permintaan Tafoo'lo membuka ruang bagi klarifikasi dan perhatian publik lebih lanjut.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait