DPMG Aceh Besar Buka Counter Layanan di MPP Lambaro
Kota Jantho — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Besar membuka counter layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lambaro. Peresmian ditandai penandatanganan kerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Besar pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Kecamatan Ingin Jaya. Layanan ini bertujuan memudahkan akses administrasi untuk perangkat gampong, BUMG/BUMDes, dan masyarakat tanpa harus datang ke kantor DPMG.
Pembukaan dan penandatanganan kerja sama
Penandatanganan kerja sama antara DPMG dan DPMPTSP berlangsung di Kecamatan Ingin Jaya. Kesepakatan ini merupakan langkah formal untuk menempatkan petugas DPMG dalam ruang pelayanan terpadu di MPP Lambaro. Dengan demikian, layanan administrasi terkait pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan gampong dapat diakses langsung oleh publik di satu lokasi.
Pelayanan yang tersedia
Counter DPMG di MPP Lambaro mulai beroperasi secara resmi pada Senin, 3 Agustus 2026. Layanan yang disediakan mencakup:
- Pelayanan administrasi bagi perangkat gampong;
- Pendampingan dan pendaftaran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG/BUMDes);
- Layanan administrasi lain yang menjadi kewenangan DPMG Aceh Besar.
Tujuan dan pernyataan resmi
Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar SP MSi, menyatakan pembukaan counter sebagai upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat dan aparatur gampong. Ia berharap langkah ini mengurangi kebutuhan masyarakat untuk menempuh perjalanan jauh ke kantor DPMG.
"Alhamdulillah, hari ini kami telah menandatangani perjanjian kerja sama dalam rangka membuka pelayanan publik kepada masyarakat. Kehadiran layanan DPMG di Mal Pelayanan Publik Lambaro diharapkan dapat memudahkan masyarakat, khususnya perangkat gampong, dalam memperoleh pelayanan yang berkaitan dengan tugas dan administrasi pemerintahan gampong," ujar Jakfar.
Dampak dan harapan ke depan
Keberadaan counter di MPP Lambaro diharapkan meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan keterjangkauan pelayanan publik. Menurut Jakfar, sistem pelayanan yang lebih terintegrasi akan membantu aparatur gampong mengurus administrasi rutin tanpa hambatan geografis.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar juga mendorong optimalisasi fungsi MPP sebagai pusat pelayanan terpadu. Dengan penggabungan berbagai layanan di satu lokasi, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien.
Dengan pembukaan counter ini, DPMG Aceh Besar menegaskan komitmennya pada peningkatan kualitas layanan publik bagi seluruh warga dan perangkat gampong di wilayahnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...