Dinas Sosial Aceh Gelar Donor Darah untuk 15 Rumah Sakit
BANDA ACEH — Dinas Sosial Aceh mengadakan kegiatan donor darah pada Kamis (16/7) di kantor mereka. Kegiatan ini melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai, mitra kerja, dan masyarakat umum dengan tujuan memperkuat aksi kemanusiaan dan memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Donor darah sebagai wujud kepedulian
Kegiatan bertema “Siapkan Donasi Terbaik Buat Mereka” menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat budaya gotong royong. Kepala Dinas Sosial Aceh, Budi Afrizal, menyatakan donor darah adalah tindakan sederhana namun berdampak besar bagi keselamatan jiwa.
"Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh ASN, mitra kerja, dan masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi sesama. Donor darah bukan sekadar mendonorkan darah, tetapi juga wujud kepedulian, empati, dan solidaritas sosial yang dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain," ujar Budi Afrizal.
Ia menambahkan bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan menjadi harapan bagi pasien yang sedang berjuang pulih.
Fasilitas dan penghargaan untuk pendonor
Panitia menyiapkan sejumlah fasilitas sebagai bentuk apresiasi kepada pendonor. Langkah ini ditujukan untuk mendorong partisipasi publik dan menjadikan kegiatan lebih menarik.
- Sertifikat donor darah
- Doorprize
- Hiburan
- Layanan pijat gratis oleh binaan penyandang disabilitas dari UPTD Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya
Menurut Budi, keterlibatan binaan panti bertujuan memberi ruang pemberdayaan. Mereka dapat menunjukkan keterampilan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri lewat layanan yang disediakan.
Distribusi darah dan dukungan lintas sektor
Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Octaviano, menyebut darah yang terkumpul akan disalurkan ke 15 rumah sakit di Banda Aceh dan Aceh Besar. Hal ini diperhitungkan untuk membantu kebutuhan pasien yang sedang menjalani perawatan.
"Setetes darah yang kita donorkan hari ini dapat menjadi harapan bagi saudara-saudara kita yang sedang berjuang melawan sakit. Hasil donor darah yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pasien di 15 rumah sakit yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh Besar," kata Michael.
Partisipasi lain datang dari Bazar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Sosial Aceh yang menyediakan makanan dan minuman. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan.
Implikasi dan langkah ke depan
Inisiatif donor darah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan pelayanan publik. Dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat, acara semacam ini diharapkan menumbuhkan budaya kepedulian yang lebih luas di Aceh.
Ke depan, Dinas Sosial Aceh menargetkan kegiatan serupa terus digelar untuk memastikan ketersediaan darah yang aman dan memadai bagi fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Pimpin Gotong Royong Tiga Hari di Tanjungtiram untuk Kebersihan
Bupati Batubara pimpin gotong royong tiga hari di Tanjungtiram (18–20 Sep 2026) melibatkan Forkopimda, TNI,...
Batubara Siapkan Tanam 16.000 Pohon Aren, Potensi Nira dan Gula Aren
Bupati Batubara kunjungi penangkaran aren dan rencanakan penanaman 16.000 pohon untuk kembangkan nira dan gu...
ASN Batubara Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional 17 September 2026
ASN Pemkab Batubara menggelar upacara HKN pada 17 September 2026 untuk menegaskan disiplin, profesionalisme,...
BKAD Tapanuli Utara dan IT Del Uji Coba SIKAT-BENCANA
BKAD Tapanuli Utara bersama IT Del menguji prototipe SIKAT-BENCANA untuk mempercepat pengelolaan BTT dan pen...
Kontainer Alkes Tiba di RSUD Sabang, Status Kontrak di Inaproc Disorot
Kontainer alkes tiba di RSUD Sabang (19/9) meski ada klaim pembatalan kontrak; penyedia mengacu pada status...
Ratusan Warga Aceh Besar Terima Beras Bulog, 39 Nama Hilang dari Data
Ratusan warga Aceh Besar menerima beras Bulog periode Juli–September 2026; 39 nama hilang dari data sementar...