Doa Bersama Peringatan Wafat Sukarno Digelar PAC di Sidoarjo
Sidoarjo — Kader-kader PAC PDI Perjuangan di 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo menggelar doa bersama pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan peringatan lima puluh enam tahun wafatnya Bung Sukarno dan berlangsung serentak mulai pukul 18.00 hingga 21.00 di wilayah masing-masing.
Pelaksanaan serentak dan peserta
Acara dilaksanakan di tiap kecamatan dan dihadiri pengurus PAC serta warga setempat. Pelaksanaannya berlangsung di masjid, balai desa, dan titik kumpul komunitas di 18 kecamatan.
Beberapa lokasi mendapat catatan khusus: di Sukodono doa dipimpin kiai setempat, Kiai Khusnul Khotim; di Balongbendo kegiatan dihadiri kepala desa; sementara di Tarik acara juga menghadirkan anak yatim piatu untuk mendapat santunan.
Alasan dan pesan peringatan
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Hari Yulianto, doa bersama itu dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap jasa Sukarno yang dianggap telah mengabdikan hidupnya untuk kemerdekaan dan bangsa.
"Kuwalat lah kita semua, sebagai bangsa jika tidak mendoakan sang penggali dasar negara Pancasila,"
— Hari Yulianto, Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo dan anggota DPRD Jawa Timur
Hari juga mengingatkan bahwa Bung Karno menghabiskan separuh hidupnya dalam pemenjaraan dan pengasingan pada masa kolonial. Menurutnya, momen peringatan ini dipakai untuk merenungi ajaran-ajaran yang diwariskan.
"Bagaimana harus saling menghormati dan bertoleransi dalam beragama, mengutamakan kemanusiaan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, adalah nilai-nilai yang harus kita jaga sebagai generasi penerus,"
Rangkaian kegiatan lokal
Selain pembacaan doa bersama, sejumlah PAC menyelenggarakan dialog singkat tentang nilai-nilai kemerdekaan, pembacaan sejarah, dan pemberian santunan untuk anak yatim piatu. Kehadiran tokoh agama dan kepala desa memperkuat nuansa kebersamaan dalam acara.
Implikasi dan tindak lanjut
Peringatan ini menjadi pengingat bagi kader dan warga untuk meneruskan prinsip-prinsip musyawarah mufakat dan keadilan sosial yang kerap ditekankan Sukarno. Hari berharap nilai-nilai tersebut terus diinternalisasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...
Surabaya Gencarkan Intervensi UMKM untuk Anti Narkoba
Wali Kota Surabaya siapkan intervensi UMKM, dakwah, dan pelibatan warga untuk memutus peredaran narkoba di k...
Kemiskinan Banyuwangi Turun Jadi 5,6% pada 2026
Angka kemiskinan Banyuwangi turun menjadi 5,6% pada 2026; jumlah penduduk miskin 91.570 orang, terendah seja...