Sopir Angkot Demo, TPID Turunkan Harga Cabai, Revitalisasi Pasar Petisah
Medan, 12 Oktober – Sejumlah aksi dan kebijakan ekonomi berlangsung di Kota Medan pada Senin (12/10). Puluhan sopir angkot menggelar aksi damai di Mapolda Sumut menuntut pemeriksaan terhadap Ketua Umum KPUM atas dugaan penyelewengan dana. Pada hari yang sama, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut melakukan intervensi harga cabai dan ayam di pasar. Sementara itu, Pemerintah Kota Medan memulai langkah pengembangan Pasar Petisah menjadi kawasan kreatif bagi pelaku usaha.
Demo sopir angkot tuntut pemeriksaan Ketua KPUM
Puluhan sopir yang tergabung dalam Forum Anggota Koperasi Peduli Transparansi (FAKPT) berkumpul di depan Mapolda Sumut. Massa berasal dari Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM). Mereka meminta Kapolda Sumut memerintahkan penyelidikan terhadap Ketua Umum KPUM, MDH.
"Diduga Ketua Umum KPUM melakukan penyelewengan dana iuran wajib dan simpanan anggota koperasi yang merupakan sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) yang mencapai puluhan miliar," teriak massa aksi.
Aksi berlangsung secara damai dan pengunjuk rasa menyatakan akan menunggu respons aparat. Mereka membawa dokumen dan bukti dugaan penyalahgunaan dana untuk mendukung tuntutan pemeriksaan.
TPID intervensi, harga cabai dan ayam turun
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui TPID melakukan operasi pasar di sejumlah pasar di Kota Medan dan sekitarnya. Langkah ini untuk menekan kenaikan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat, sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution.
Hasil intervensi menunjukkan penurunan harga signifikan. Harga cabai merah turun dari Rp70.000–Rp80.000 per kilogram menjadi Rp55.000 per kilogram. Harga ayam potong turun dari Rp40.000–Rp50.000 menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram.
Intervensi pasar ini dilakukan melalui pelepasan pasokan dan pengaturan distribusi sehingga ketersediaan komoditas meningkat sementara spekulasi harga bisa ditekan.
Revitalisasi Pasar Petisah: pasar tradisional jadi ruang kreatif
Pemerintah Kota Medan mendorong pengembangan Pasar Petisah menjadi pusat ekonomi kreatif yang inklusif. Proyek ini dilakukan bekerja sama dengan BUMD dan investor untuk mengubah konsep pasar tradisional menjadi destinasi kuliner dan sentra UMKM.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan pengembangan bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang lebih baik dan menarik minat masyarakat terutama kalangan muda. Harapannya, revitalisasi akan meningkatkan aktivitas usaha serta kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Konsep baru memasukkan ruang untuk pameran produk lokal, area kuliner, dan fasilitas bagi pelaku usaha mikro. Proyek ini diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi pedagang kecil dan meningkatkan daya tarik kawasan.
Ketiga perkembangan ini menunjukkan respons yang berbeda dari pemerintah daerah dan masyarakat terhadap isu ekonomi dan tata kelola koperasi di Medan. Ke depan, pengawasan terhadap pengelolaan koperasi dan keberlanjutan intervensi pasar akan menjadi faktor kunci bagi stabilitas harga dan kepercayaan publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...
PB Malaka Aceh Besar Raih Emas dan Perunggu di AA Badminton Open 2026
Dua atlet PB Malaka Aceh Besar, Shadiq meraih emas dan Shabir perunggu di AA Badminton Open 2026, bukti pemb...
Romadon Nasution Terpilih Ketua Golkar Labusel 2025–2030
Muhammad Romadon Nasution terpilih kembali sebagai Ketua DPD II Golkar Labusel 2025–2030 pada Musda IV di Ko...
Bupati Humbahas Lantik 11 Pejabat ASN di Desa Pulogodang
Bupati Humbang Hasundutan melantik 11 pejabat ASN di Desa Pulogodang, Senin (12/10), berdasarkan rekomendasi...
Koperasi BAN Perkuat Koordinasi untuk Amankan Lahan Plasma Agrinas
Koperasi BAN dan PT Agrinas konsolidasikan pengelolaan lahan Plasma seluas 12.684 ha, serahkan SK untuk 87 k...