Julok Gelar Gotong Royong Massal untuk Cegah DBD Usai 9 Warga Dirawat
Julok, Aceh Timur — Pemerintah Kecamatan Julok meningkatkan kegiatan gotong royong usai sembilan warga Gampong Blang Paoh Sa dirawat karena Demam Berdarah Dengue (DBD). Aksi pembersihan saluran air dan lingkungan kantor digelar pada awal Juni 2026 sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.
Gotong royong massal dan pembersihan lingkungan
Kegiatan dipimpin Sekretaris Kecamatan Julok, Zamzami SE, dan melibatkan aparatur sipil negara, tenaga PKH, serta petugas PD/PLD. Mereka membersihkan selokan, menyingkirkan sampah yang menumpuk, dan merapikan lingkungan kantor kecamatan.
Kegiatan pembersihan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2026, yang diperingati pada 5 Juni. Tujuannya untuk memperkuat kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan sebagai langkah kesehatan publik.
Imbauan pencegahan DBD
Zamzami menginstruksikan kepada para keuchik agar membudayakan kembali gotroy di tingkat desa sebagai warisan leluhur. Ia menekankan bahwa lingkungan bersih membantu mencegah penyakit menular seperti DBD.
“Sudah saatnya kita membiasakan kembali budaya gotroy di desa masing-masing, apalagi lingkungan yang bersih akan menghasilkan udara yang sehat,” tutur Zamzami, Minggu (7/6).
Ia mengimbau warga membuang sampah pada tempatnya dan tidak membiarkan barang yang dapat menampung air teronggok di pekarangan. Langkah-langkah sederhana ini penting untuk memutus siklus berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
- Kuras bak air secara rutin
- Tutup rapat wadah penampungan air
- Buang atau kubur barang bekas yang berpotensi menampung air
“Mari kita sama-sama membuanglah sampah rumah tangga di tempatnya, jangan sembarangan membuang di halaman rumah atau di selokan air,” tambah Zamzami.
Penanganan kasus dan tindak lanjut kesehatan
Sembilan warga Gampong Blang Paoh Sa dirawat di RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur setelah terjangkit DBD sejak pertengahan Mei hingga awal Juni, berdasarkan observasi Puskesmas Julok. Setelah itu, Puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Timur untuk melakukan fogging pada titik-titik yang dicurigai sebagai sumber penularan.
Selain fogging, petugas kesehatan juga melakukan sosialisasi langsung kepada warga setempat terkait gejala, pencegahan, dan langkah yang harus diambil bila menemukan kasus baru.
Kesimpulan: Upaya gotong royong dan intervensi kesehatan seperti fogging serta edukasi dinilai langkah cepat untuk menekan penyebaran DBD. Kepatuhan warga terhadap praktik pencegahan sederhana akan menentukan efektivitas langkah tersebut ke depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Sumut Ungkap Motif Pembunuhan Wakil Rektor IT&B di Berastagi
Polda Sumut menangkap dua pelaku pembunuhan Wakil Rektor II IT&B di Berastagi. Motifnya untuk menguasai hart...
Tiorita Tinjau Perbaikan Jalan Longsor di Salapian, Langkat
Plt Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti meninjau perbaikan jalan longsor di Salapian (29/9); Pemkab turunkan...
Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pendampingan Hukum untuk Keluarga Rasya
Wali Kota Lhokseumawe janjikan pendampingan hukum untuk keluarga Muhammad Rasya Fadilla dan akan menyiapkan...
DPR Minta Warga Tenang dan Percayakan Penyelidikan Kasus Mahasiswa Pelayaran
Anggota DPR Komisi V, Ghufran, menyampaikan duka atas meninggalnya mahasiswa Politeknik Malahayati dan memin...
Pemkab Aceh Besar dan BNN Sinergi Pulihkan Kawasan Rawan Narkoba
Pemkab Aceh Besar dan BNN memperkuat sinergi untuk memulihkan kawasan rawan narkoba lewat pencegahan, pember...
Labuhanbatu Gelar Bupati Cup PBSI 2026, 250 Peserta Ikut
Turnamen Bupati Cup PBSI Labuhanbatu 2026 resmi dibuka di Rantauprapat, diikuti sekitar 250 peserta dari 10...