Lokal

Danau Mati Sei Salak 10 Ha Potensial untuk Budidaya Ikan MBG

Bagikan:
Permukaan danau di Sei Salak tertutup eceng gondok dan semak, potensi budidaya ikan air tawar

KAMPUNG RAKYAT — Danau seluas sekitar 10 hektare di Dusun Sei Salak, Desa Teluk Panji Bom, Kecamatan Kampungrakyat, Kabupaten Labusel, ditinjau oleh Hendra Sahputra Siregar dan sejumlah pengusaha SPPG pada Kamis (21/5). Tujuan kunjungan adalah menilai potensi danau yang puluhan tahun tidak dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi lokasi budidaya ikan air tawar guna mendukung program makan bergizi gratis (MBG).

Kondisi saat peninjauan

Tim menemukan permukaan danau hampir seluruhnya tertutup tumbuhan seperti eceng gondok, ganggang, pakis, rotan, dan semak. Panjang areanya diperkirakan sekitar 1 km, dengan sejumlah keramba milik warga di beberapa tepian.

"Sudah puluhan tahun danau ini tidak dimanfaatkan masyarakat. Sekarang airnya hampir sudah tidak terlihat sama sekali, karena pemukaannya tertutup semak,"

Asal-usul danau

Warga menjelaskan danau terbentuk akibat erosi dan sedimentasi yang memutus alur berkelok Sungai Barumun sehingga meninggalkan cekungan air terperangkap. Seiring waktu, aliran yang terputus itu berubah menjadi danau yang kini terbengkalai.

Upaya dan pengalaman sebelumnya

Beberapa warga sempat mencoba keramba jaring apung beberapa tahun lalu, namun pengelolaan yang kurang optimal dan insiden membuat usaha itu tidak berlanjut. Warga menilai hanya sebagian kecil yang memiliki kapasitas mengelola keramba secara berkelanjutan.

"Danau ini sebenarnya punya potensi besar untuk kerambah ikan. Beberapa warga juga sudah pernah mencoba, namun hanya sedikit masyarakat yang mampu mengelolanya,"

Rencana pengelolaan dan dukungan

Melihat potensi luasnya, Hendra menyatakan tertarik bekerja sama dengan komunitas setempat serta pengusaha SPPG untuk membuka usaha budidaya ikan. Ia mengakui tantangan awal cukup besar karena kondisi danau yang terbengkalai, namun menilai lokasi ini cocok untuk keramba.

"Kami tadi melihat langsung kondisi danau di Sei Salak ini. Danau ini sangat berpotensi dan seharusnya bisa diberdayakan, terutama untuk mendukung kebutuhan MBG. Areanya juga luas dan cocok dijadikan kerambah ikan,"

Sekretariat SPPG Labusel dan Koordinator MBG juga menyambut baik inisiatif itu. Mereka menilai pengelolaan danau secara kolektif akan membantu memenuhi kebutuhan pasokan ikan untuk dapur-dapur MBG di Labusel.

"Jika danau ini dibuka dan dijadikan kolam ikan, tentu sangat positif dampaknya bagi dapur MBG. Hasilnya juga bisa didistribusikan ke dapur-dapur MBG yang ada di Labusel,"

Langkah selanjutnya

Saat ini, tim dan warga tengah berdiskusi terkait proses pembersihan, pembukaan akses, dan model pengelolaan bersama. Jika terealisasi, pemanfaatan danau ini berpotensi meningkatkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat pasokan bahan baku protein bagi program MBG.

Pihak terkait yang terlibat:

  • Hendra Sahputra Siregar dan rekan pengusaha SPPG
  • Koordinator MBG Labusel
  • Sejumlah wartawan dan warga setempat
J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait