Lokal

Polsek Siantar Martoba Dampingi Penjualan Jagung 2,5 Ton ke Bulog

Bagikan:
Petani dan petugas Polsek mendampingi penjualan jagung ke gudang Bulog di Siantar

Siantar, Sumut — Polsek Siantar Martoba mendampingi penjualan jagung petani binaan ke Bulog Cabang Pematangsiantar pada Jumat, 31 Juli. Pendampingan dilakukan atas perintah Kapolsek AKP Martua Manik dengan menugaskan Bhabinkamtibmas Aiptu Januar Butarbutar dan personel lainnya. Transaksi berlangsung di gudang Bulog di Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.

Pendampingan dan lokasi

Petugas Polsek hadir sejak proses pengantaran hingga penyerahan jagung ke petugas Bulog. Kehadiran personel ditujukan untuk memastikan kelancaran transaksi dan keamanan di lokasi gudang.

Rincian penjualan

Petani binaan Kapolsek, Asri Butarbutar, menjual jagung hasil panen. Berikut rincian penjualan yang dicatat:

  • Jumlah: 2.500 kilogram (50 goni)
  • Kadar air: 12,6 persen
  • Harga jual: Rp6.400 per kilogram
  • Lokasi transaksi: Gudang Bulog Cabang Pematangsiantar, Jl. Darussalam
  • Tanggal: Jumat, 31 Juli

Tujuan pendampingan

"Kegiatan pendampingan itu bertujuan sebagai bentuk komitmen Polri khususnya Polres Pematangsiantar dan Polsek Siantar Martoba dalam mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan (Ketapang) khususnya jagung, peningkatan kehadiran Polri di tengah-tengah pemerintahan serta sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat,"

Menurut Kapolsek, pendampingan juga merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat dan upaya meningkatkan kehadiran aparat di tengah kegiatan ekonomi lokal. Pendampingan diharapkan memberi rasa aman dan mempermudah petani mengakses pasar resmi.

Implikasi untuk petani dan ketahanan pangan

Penjualan langsung ke Bulog membantu memastikan harga dan kualitas jagung sesuai standar. Langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah yang menitikberatkan pada pemenuhan pasokan serta stabilitas harga komoditas penting seperti jagung.

Dengan pendampingan aparat, transaksi kolektif antara petani dan Bulog diharapkan berlangsung lebih lancar dan transparan, serta memberi contoh praktik pemasaran yang dapat diikuti petani binaan lainnya.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait