Otomotif

Rupiah Melemah, Daihatsu Tunda Kenaikan Harga Mobil

Bagikan:
Ilustrasi dealer Daihatsu dan mobil sebagai gambaran dampak nilai tukar

TANGSEL — PT Astra Daihatsu Motor memilih menunda kenaikan harga kendaraan meski rupiah melemah terhadap dolar AS pada Mei 2026. Langkah ini diambil untuk melindungi daya beli konsumen, terutama pembeli mobil pertama.

Daihatsu belum naikkan harga

Perusahaan menyatakan belum ada penyesuaian harga hingga lima bulan terakhir. Keputusan ini diambil dengan pendekatan hati-hati agar beban tidak langsung dibebankan kepada konsumen.

"Tidak semua dampak itu langsung dibebankan ke konsumen. Kami lakukan dengan sangat hati-hati,"

— Sri Agung Handayani, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor

Dampak nilai tukar dan respons perusahaan

Sri Agung menjelaskan fluktuasi nilai tukar meningkatkan tekanan biaya produksi karena masih ada komponen impor. Namun, tingkat lokalisasi saat ini telah melampaui 80%, sehingga dampak dapat dikelola lebih baik.

"Fluktuasi ini pasti membutuhkan penyesuaian. Tapi kami melakukan langkah seperti restrukturisasi biaya, efisiensi manufaktur, serta pembahasan dengan supply chain untuk meningkatkan lokalisasi komponen,"

— Sri Agung Handayani

Penjualan dan segmen pasar

Secara penjualan, Daihatsu melaporkan kinerja relatif stabil. Segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan MPV menjadi penopang utama. Sebaliknya, segmen hatchback mencatat penurunan.

Strategi distribusi dan pembiayaan

Perusahaan mendorong ekspansi ke wilayah rural dan remote, yang kini menyumbang lebih dari 50% dari distribusi. Selain itu, ekosistem pembiayaan internal grup berperan penting; sekitar 55–60% penjualan disupport melalui skema kredit fleksibel.

Angka dan langkah strategis

  • Tingkat lokalisasi komponen: lebih dari 80%
  • Kontribusi wilayah rural & remote: >50% distribusi
  • Proporsi penjualan via kredit fleksibel: 55–60%

Dengan kombinasi efisiensi manufaktur, penyesuaian biaya, dan peningkatan lokalisasi, Daihatsu berupaya meredam tekanan biaya tanpa mengorbankan volume penjualan. Perusahaan menilai langkah ini penting mengingat profil konsumennya yang mayoritas adalah pembeli mobil pertama.

Ke depan, kemampuan menahan kenaikan harga akan bergantung pada pergerakan nilai tukar dan keberhasilan peningkatan konten lokal. Jika tekanan impor meningkat kembali, produsen otomotif termasuk Daihatsu kemungkinan harus menimbang penyesuaian harga secara bertahap.

Temukan berita otomotif lainnya di Google News.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!