Dahlia Gandeng Lima Desainer di IFW 2026 dengan Aroma Teh Keraton
Dahlia menghadirkan kolaborasi dengan lima desainer Indonesia untuk menampilkan koleksi bertema aroma Heritage Series Teh Keraton pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Acara digelar di Jakarta International Convention Center pada 29 Juli 2026 dan mengubah proses kreatif: inspirasi berawal dari pengalaman aroma, bukan sketsa atau warna.
Konsep dan tujuan kolaborasi
Kerja sama ini bagian dari peran Dahlia sebagai The Signature Scent IFW 2026. Tujuannya untuk menyatukan unsur aroma dan visual agar pengunjung mendapat pengalaman sensori yang lebih utuh. Aromaterapi diposisikan tidak sekadar sebagai pengharum ruangan, melainkan sumber inspirasi desain busana.
Pernyataan pihak penyelenggara
Anne Wonsono, President Director PT Unitama Sari Mas, menegaskan peran aroma dalam pertunjukan fesyen. Menurutnya, aroma mampu membangun suasana dan meninggalkan kesan mendalam pada penonton.
Sebelum sebuah karya dilihat, sebuah wewangian mampu membangun suasana. Sekaligus meninggalkan kesan yang bertahan lama setelah acara selesai.
Anne menambahkan bahwa menghadirkan fragrance di IFW juga bagian dari upaya memperkenalkan kebiasaan memakai wewangian sebagai elemen gaya hidup yang menghadirkan kemewahan lewat suasana hangat dan nyaman.
Para desainer dan koleksi
Lima desainer yang terlibat adalah ADITH, Susan Zhuang, Misan Kopaka, Vida Rukmawati dari Simpull, dan BT Batik Trusmi. Masing-masing menerjemahkan karakter aroma Teh Keraton ke dalam identitas koleksi yang berbeda.
- ADITH: koleksi Chronicle yang mengambil nuansa ketenangan aroma Teh Keraton.
- Susan Zhuang: koleksi Allure dengan kesan anggun dan feminin.
- Misan Kopaka: Majestic Threads yang menonjolkan kehangatan keluarga.
- Vida Rukmawati (Simpull): Arumdhatu memadukan warisan budaya Indonesia dengan sentuhan modern.
- BT Batik Trusmi: The Scent of Grace menggambarkan perempuan Indonesia anggun dan kuat.
Pengalaman aroma di venue
Kolaborasi tidak hanya tampak pada peragaan busana bertajuk Pesona Dahlia di IFW 2026. Dahlia juga menyebarkan aroma di area-area kunci seperti pintu masuk, runway, dan designer lounge. Pengunjung bisa mengenal varian Heritage Collection melalui Booth Pesona Dahlia.
Dampak dan konteks
Perpaduan aroma dan fesyen membuka ruang baru bagi industri kreatif. Pendekatan ini menegaskan bahwa wewangian dapat berfungsi sebagai medium ekspresi budaya dan estetika. Lebih jauh, kolaborasi ini menunjukkan peluang bagi desainer dan merek aroma untuk menciptakan pengalaman multisensori dalam acara mode.
Dengan menempatkan aroma sebagai titik awal inspirasi, IFW 2026 memperluas bahasa desain dan memberi contoh konkret bagaimana unsur nonvisual bisa memperkaya presentasi fesyen.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Perawatan Ban Motor: Cek Tekanan dan Tanda Penggantian
Pengendara wajib cek kondisi ban secara rutin: tekanan angin, keausan, dan kerusakan agar stabilitas dan kes...
Bocelli Tetap Konser di Indonesia, Dua Tanggal di Borobudur dan JIExpo
Andrea Bocelli tetap menggelar dua konser di Indonesia pada 31 Okt (Borobudur) dan 3 Nov (JIExpo) meski mend...
Ye Bela Penampilan di Konser Jakarta yang Diikuti 70.000 Penonton
Rapper Ye membela penampilannya di konser GBK yang dihadiri sekitar 70.000 orang meski menerima kritik soal...
Jakarta Kebanjiran 25.000 Pengunjung Mancanegara Jelang Konser Ye
Imigrasi catat ~25.000 pengunjung mancanegara ke Jakarta menjelang konser Ye; puncak 10.000 pada 23 Okt dan...
Nuanu Dukung UMKM Bali Rp60–70 Miliar, Sutala Market 2027
Nuanu Creative City menyatakan telah menyalurkan Rp60–70 miliar ke UMKM Bali dan menyiapkan Sutala Market se...
Otoritas Tangerang Cari Pemilik Sejati McLaren 570S, Tercatat atas Nama Montir
Otoritas pajak Tangerang menelusuri McLaren 570S bernilai hampir Rp 5 miliar setelah montir yang tercatat me...