Ekonomi

Perjalanan CUPRINOMAT Berakhir di Sidrap, Edukasi Petani Dilanjutkan

Bagikan:
Mobil aktivasi CUPRINOMAT saat grand finale di Sidrap, Sulawesi Selatan

Perjalanan mobil aktivasi CUPRINOMAT menempuh 5.108 kilometer dan berakhir di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada 28 Juli 2026. Acara grand finale digelar oleh Syngenta Indonesia dan dihadiri sekitar 450 petani. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan serta membuktikan manfaat biostimulan bagi produktivitas tanaman, sekaligus menjanjikan kelanjutan edukasi kepada petani.

Grand Finale di Sidrap

Grand Finale peluncuran CUPRINOMAT berlangsung pada 28 Juli 2026 di Sidrap. Kegiatan dihadiri oleh petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian, menjadi puncak rangkaian "Road to Grand Finale" yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan menampilkan demonstrasi lapangan dan sesi edukasi langsung. Syngenta memastikan pendampingan dan informasi teknis tetap diberikan setelah acara selesai.

Rute Perjalanan dan Bukti Lapangan

Mobil aktivasi memulai perjalanan dari Medan dan singgah di sejumlah daerah sebelum berakhir di Sidrap. Rute utama mencakup:

  • Medan
  • Alahan Panjang
  • Lampung
  • Karawang
  • Indramayu
  • Grobogan
  • Jember
  • Lombok
  • Makassar
  • Sidrap

Perjalanan tersebut bukan sekadar peluncuran. Tim membawa spesimen tanaman untuk observasi pada berbagai kondisi lingkungan. Hasil pengamatan digunakan sebagai bahan demonstrasi langsung kepada petani.

"Selama perjalanan, tim Syngenta membawa spesimen tanaman untuk diamati pada berbagai kondisi lingkungan. Hasil pengamatan menunjukkan tanaman dengan CUPRINOMAT tumbuh lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan,"

Komposisi dan Manfaat CUPRINOMAT

CUPRINOMAT merupakan biostimulan yang mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, dan nutrisi mikro. Formulasi ini dirancang untuk membantu penyerapan nutrisi dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Teknologi tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman lingkungan dan perubahan iklim. Menurut pimpinan, inovasi ini relevan untuk menghadapi tantangan pertanian modern.

"CUPRINOMAT membantu meningkatkan proses alami tanaman sekaligus memperkuat toleransi terhadap cekaman lingkungan. Inovasi itu diharapkan mendukung produktivitas pertanian yang lebih berkelanjutan,"

Dampak pada Petani dan Langkah Selanjutnya

Syngenta melaporkan telah menjangkau sekitar 500 petani melalui kegiatan edukasi dan demonstrasi selama rangkaian perjalanan. Pendekatan terbuka dan demonstrasi lapangan dipandang efektif untuk membangun kepercayaan petani.

"Syngenta menjangkau sekitar 500 petani melalui edukasi dan demonstrasi selama rangkaian kegiatan berlangsung. Para petani memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan cara penggunaan CUPRINOMAT,"

Petani padi dari Sidrap, Jumaidi, turut melihat perbedaan pada lapangan dan menyatakan:

"Tanaman yang menggunakan CUPRINOMAT tampak lebih baik dibandingkan tanpa perlakuan,"

Penutupan perjalanan di Sidrap disebut bukan akhir, melainkan awal penguatan edukasi. Syngenta menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pendampingan melalui program inovasi dan pengembangan teknologi pertanian.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait