RSUD Aceh Singkil Terima Cathlab Rp18 Miliar dari Kemenkes
Aceh Singkil — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil menerima hibah alat kesehatan berupa ruang Cathlab dari Kementerian Kesehatan dengan nilai anggaran sekitar Rp18 miliar. Pemasangan alat sedang berlangsung dan diharapkan ruang ini mulai beroperasi awal 2027.
Detail bantuan Cathlab
Bantuan ruang Catheterization Laboratory (Cathlab) dilengkapi mesin angiografi berbasis sinar-X. Fasilitas ini mendukung diagnosis dan tindakan minimal invasif untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.
PLT Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Mursal, menyatakan pemasangan alat saat ini sedang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 30 Juli 2026, saat peninjauan di RSUD.
Kunjungan pejabat dan peninjauan
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, bersama Direktur RSUD dr. Mardiana, MKM, Plh. Kepala Tata Usaha Munawarsyah, SKM, dan sejumlah pejabat daerah meninjau langsung lokasi pemasangan Cathlab pada Rabu.
Rombongan juga didampingi Asisten I Setdakab Junaidi, Kepala BPKK Hendra Sunarno, serta pejabat lain. Mereka melihat kesiapan ruang dan memastikan proses instalasi berjalan sesuai jadwal.
Sarana lain yang turut diperjuangkan
Selain Cathlab, pemerintah daerah juga memperoleh bantuan untuk CT Scan melalui program Kementerian Kesehatan. Alat ini masih dalam proses distribusi ke RSUD Aceh Singkil.
CT Scan berfungsi menghasilkan pencitraan 3D cepat dan akurat untuk mendeteksi kanker, infeksi, cedera, dan mendukung tindakan medis lain. Nilai pengadaan diperkirakan antara Rp15 miliar hingga Rp30 miliar, bergantung spesifikasi alat.
Layanan lain dan target operasional
Usai meninjau ruang Cathlab, rombongan melihat ruang Endoskopi yang bakal dipakai untuk pemeriksaan organ dalam. Layanan endoskopi ditargetkan mulai beroperasi tahun ini karena tenaga dokter spesialis sudah tersedia.
Mereka juga memeriksa ruang persiapan layanan Hemodialisa (cuci darah) yang disiapkan untuk memperluas akses pelayanan bagi warga Aceh Singkil.
Dampak bagi layanan kesehatan lokal
Hadirnya Cathlab akan menjadikan RSUD Aceh Singkil sebagai salah satu rumah sakit di Provinsi Aceh yang memiliki fasilitas tersebut. Sebelumnya layanan Cathlab hanya tersedia di rumah sakit rujukan seperti:
- RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
- RSUD Meuraxa
- RSUD dr. Fauziah Bireuen
- RSUD Tgk. Chik Ditiro Pidie
- RSUD Cut Meutia Aceh Utara
- RSUD dr. H. Yuliddin Away Aceh Selatan
"Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas kami. Alhamdulillah, bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan mulai direalisasikan. Untuk Cathlab, saat ini tinggal proses pemasangan. Kita berharap dapat segera beroperasi sehingga masyarakat Aceh Singkil tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan jantung," ujar Bupati H. Safriadi Oyon.
Dengan fasilitas baru ini, pemerintah daerah berharap kualitas layanan kesehatan meningkat dan akses medis bagi masyarakat Aceh Singkil semakin dekat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...