BI: Cadangan Devisa Indonesia Masih Memadai di Atas 115%
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyomasih sangat memadai dengan ukuran kecukupan di atas 115% dan setara pembiayaan sekitar enam bulan impor.
Posisi cadangan devisa saat ini
Perry mengatakan Bank Indonesia terus mengukur tingkat kecukupan cadangan devisa untuk memastikan stabilitas nilai tukar. Pengukuran terbaru menunjukkan cadangan devisa Indonesia berada di level yang dianggap cukup untuk menghadapi tekanan pasar.
Indikator penilaian: IMF
Perry merujuk pada indikator yang dikeluarkan IMF untuk menilai kecukupan cadangan, yakni adequacy of reserve assets. Indikator ini digunakan untuk mengukur kemampuan cadangan dalam merespons tekanan terhadap rupiah.
Pernyataan resmi dan penegasan
Dalam keterangannya, Perry menegaskan BI memiliki kerangka pengukuran yang konsisten. Ia meminta masyarakat tetap tenang karena kondisi cadangan devisa dinilai kuat.
"Bank Indonesia selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang memadai,"
Respons pemerintah terkait kondisi ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi turut menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak mengarah pada krisis seperti 1997-1998. Ia menilai kondisi fiskal dan perekonomian nasional masih terjaga sehingga situasi kini berbeda dengan krisis akhir 1990-an.
"Fiskal kita baik, ekonominya bagus,"
"Hanya ada sedikit negatif yang mengganggu sedikit terhadap nilai tukar,"
Dampak bagi masyarakat dan prospek
Dengan cadangan devisa yang dinilai memadai, BI dan pemerintah menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap stabilitas nilai tukar jangka pendek. Pernyataan ini dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran publik yang muncul akibat sentimen negatif yang memengaruhi pasar valuta.
Sekalipun demikian, otoritas terus memantau perkembangan eksternal dan domestik untuk menjaga kecukupan cadangan serta stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Berita Terkait
BRICS PartNIR 2026: Indonesia Dorong Manufaktur Cerdas
Kemenperin perkuat peran di BRICS PartNIR 2026 untuk mempercepat transformasi industri melalui ekosistem man...
Kemenperin Perkuat Dekarbonisasi Manufaktur Dukung NZE
Kemenperin memperkuat pengukuran dan verifikasi emisi GRK pada 8 Juni 2026 untuk mendukung target NZE dan da...
Rupiah Menguat di Pembukaan, Namun Masih Rawan Pelemahan
Rupiah menguat 0,09% ke Rp18.171/USD pada pembukaan 9 Juni 2026, namun tetap rentan karena prospek suku bung...
Bahlil: Skema Gross Split Hanya untuk Migas, Bukan Minerba
Menteri ESDM Bahlil menegaskan gross split hanya berlaku pada migas, tidak diterapkan pada sektor minerba da...
OECD Apresiasi Reformasi OJK di Sektor Asuransi dan Dana Pensiun
OECD memuji reformasi OJK di asuransi dan dana pensiun setelah kunjungan Fact-Finding Mission di Jakarta, 8...
Harga Emas Galeri24 dan UBS Stagnan pada 9 Juni 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS tercatat stagnan pada 9 Juni 2026, masing-masing Rp2.734.000 dan Rp2.757.000 per...