Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memastikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema FLPP tetap sebesar 5 persen flat hingga akhir masa angsuran. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi dengan Danantara Indonesia di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026. Kebijakan dipertahankan meski Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuannya.
Kebijakan bunga dan tenor
Maruarar menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga keterjangkauan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menyatakan bahwa bunga Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) akan tetap dijaga sebesar 5 persen flat. Selain itu, kebijakan tenor KPR FLPP hingga 40 tahun tetap berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses
Realisasi penyaluran FLPP
Pada rapat itu, Maruarar memaparkan realisasi penyaluran FLPP 2026 yang telah mencapai 78.277 unit rumah. Angka ini setara 22,36 persen dari target penyaluran 350.000 unit rumah tahun ini. Pemerintah menilai realisasi tersebut sebagai langkah awal, namun percepatan masih diperlukan.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Realisasi FLPP 2026 | 78.277 unit |
| Target Penyaluran 2026 | 350.000 unit |
| Persentase Tercapai | 22,36% |
Agenda rapat dan tindak lanjut
Rapat membahas beberapa langkah strategis untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat. Pemerintah dan Danantara Indonesia mengevaluasi program prioritas, termasuk Program 3 Juta Rumah. Mereka juga membahas optimalisasi aset negara serta dukungan perbankan untuk program perbaikan rumah.
- Pendataan rumah susun milik BUMN untuk optimalisasi aset negara
- Program Gentengisasi untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat
- Penyelesaian rumah susun Meikarta: hibah, legalitas tanah, dan penugasan BUMN
- Penyusunan Instruksi Presiden untuk percepatan penyelesaian isu strategis
Dampak dan prospek
Dengan bunga FLPP tetap 5 persen dan tenor sampai 40 tahun, pemerintah berharap akses perumahan bagi keluarga berpendapatan rendah tetap terjaga. Langkah selanjutnya adalah mempercepat penyaluran dan menyelesaikan proyek-proyek tertunda melalui sinergi BUMN dan sektor perbankan. Implementasi kebijakan ini akan dipantau untuk memastikan target nasional dapat tercapai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...
Harga Emas Pekan Depan Diprediksi Fluktuatif, Waspada Saat Beli
Harga emas dunia diperkirakan berfluktuasi tajam pekan depan karena pengaruh indeks dolar AS dan harga minya...
Indonesia Kuasai 0,9% Pasar Ekspor Bambu, Kemenperin Dorong Penguatan Hulu
Kemenperin sebut Indonesia kuasai 0,9% pasar ekspor bambu global; AKB 2026 digelar untuk perkuat pasokan dan...