Budidaya Rumput Laut Swadaya Bangkitkan Ekonomi Pesisir Tureloto
NIAS UTARA — Sejak awal Januari 2026, warga Dusun II Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, memulai budidaya rumput laut secara swadaya. Kegiatan ini dikelola mandiri oleh masyarakat setempat di perairan pesisir dengan tujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang kerja baru.
Awal gerakan dan pelaksanaannya
Budidaya rumput laut di Dusun II Tureloto mulai dirintis pada Januari 2026. Warga mengelola seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengadaan bibit, perawatan di laut, hingga panen dan penjemuran.
Metode yang dipakai sederhana, berbasis tali bentang di kawasan perairan yang tenang dan kaya nutrisi. Kondisi ini dinilai mendukung pertumbuhan rumput laut dan membuat panen relatif konsisten.
Metode dan lokasi
Lokasi budidaya berada di perairan pesisir Dusun II Tureloto. Teknik yang dipilih memudahkan pelibatan warga, termasuk pemuda dan ibu-ibu, karena tidak memerlukan alat berat atau investasi besar dari luar.
Pengelolaan mandiri juga memungkinkan masyarakat menyesuaikan jadwal perawatan dan panen sesuai kondisi lokal.
Manfaat ekonomi dan sosial
Kegiatan ini memberikan peluang pendapatan tambahan bagi keluarga. Selain itu, budidaya membuka kesempatan kerja bagi warga setempat serta memperkuat ketahanan ekonomi pesisir.
- Pendapatan tambahan keluarga.
- Penciptaan lapangan kerja bagi pemuda dan ibu-ibu.
- Pemanfaatan potensi laut secara optimal.
Harapan warga dan permintaan dukungan
"Budidaya ini kami rintis sejak awal Januari 2026. Ini murni gerakan swadaya masyarakat Dusun II Tureloto yang ingin memanfaatkan potensi laut kami secara optimal,"
— ujar Sa'aban Tanjung, salah seorang pembudidaya.
"Ia ini murni hasil kerja keras masyarakat, tanpa bantuan alat dari luar. Kami berharap dengan adanya pemberitaan ini, ada perhatian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nias Utara untuk pembinaan, bantuan bibit unggul, dan kepastian pasar. Tujuan kami satu, meningkatkan kesejahteraan warga pesisir,"
— kata Kepala Dusun II Tureloto.
Warga berharap usaha mandiri ini berkembang berkelanjutan. Ambisinya, Tureloto tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai, tetapi juga menjadi sentra penghasil rumput laut potensial di Kabupaten Nias Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...