Peluang Budidaya Buah Naga di Maluku Tenggara
Pertanian buah naga di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, kian menjadi sumber penghasilan bagi petani setempat. Permintaan pasar lokal tinggi dan harga jual relatif baik membuat komoditas ini menarik untuk dikembangkan.Di Kepulauan Kei, varietas daging merah tumbuh subur berkat iklim tropis dan sinar matahari melimpah. Salah satu petani, Abdul Gani dari Desa Abean, Kecamatan Kei Kecil Timur, memulai budidaya sejak 2018 dan mencatat keuntungan signifikan.
Permintaan pasar dan keuntungan
Buah naga mulai menggantikan pasokan yang sebelumnya didatangkan dari luar wilayah. Harga jual di tingkat pengecer mencapai sekitar Rp35.000 per kilogram, sementara penjualan secara "oper" biasanya di kisaran Rp25.000–Rp30.000 per kilogram. Dengan skema panen yang rutin, pendapatan petani meningkat dan mampu menopang kebutuhan rumah tangga serta biaya pendidikan anak.
Teknik budidaya dan efisiensi perawatan
Menurut Gani, tanaman buah naga termasuk jenis kaktus sehingga perawatan relatif mudah. Ia menyebutkan kebutuhan air rendah dan ketahanan terhadap kondisi panas membuat biaya operasional terkendali. Untuk menekan biaya investasi, Gani memakai batang kelor dan kapuk hidup sebagai tiang penyangga daripada membeli tiang khusus.
"Buah naga ini kan termasuk jenis kaktus, jadi katong seng perlu untuk siram terus, seperlunya saja. Pupuk juga pakai pupuk kandang hanya dua kali dalam satu tahun, jadi seng repot dan seng boros,"
Perawatan yang dilakukan meliputi pembersihan lahan dua kali sebulan dan pemupukan dua kali setahun menggunakan pupuk kandang. Pendekatan sederhana ini menjaga kesehatan tanaman sekaligus menekan biaya.
Produksi, omzet, dan rencana pengembangan
Dari lahan seluas setengah hektar, Gani dan keluarganya menanam lebih dari 100 pohon buah naga. Mereka dapat melakukan empat kali panen per tahun. Satu kali panen mampu menghasilkan omzet sekitar Rp5 juta, yang digunakan untuk kebutuhan rumah dan sekolah anak.
"Katong biasa jual dengan harga oper itu Rp.25 ribu sampai Rp.30 ribu, tapi kalau jual sendiri biasanya dengan harga Rp.35 ribu per kilo,"
Meski sudah menunjukkan hasil positif, Gani berencana memperluas lahan untuk meningkatkan produksi dan keuntungan. Jika tren permintaan lokal terus meningkat, ekspansi dapat mendorong pendapatan petani lain di wilayah tersebut.
Implikasi dan prospek
Budidaya buah naga di Kepulauan Kei menunjukkan bagaimana komoditas hortikultura sederhana dapat menjadi alternatif ekonomi lokal. Dengan perawatan hemat dan pasar yang menyerap produk, komoditas ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani di Maluku Tenggara jika didukung oleh akses pasar dan pembinaan teknis.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...