BPJS Kesehatan Gandeng MUI Sosialisasi JKN Lewat Tasbih
BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan bertajuk Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah Jaminan Kesehatan Nasional (Tasbih JKN) digelar di Gedung MUI Jawa Timur, Surabaya, Senin, 29 Juni 2026.
Cakupan JKN hingga Mei 2026
BPJS Kesehatan menyampaikan bahwa capaian kepesertaan JKN sudah mendekati universal, namun tantangan pemahaman masih ada. Per 31 Mei 2026, jumlah peserta tercatat mencapai 285,25 juta jiwa atau sekitar 98,94 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 82,78 persen.
"Hingga 31 Mei 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai 285,25 juta jiwa atau 98,94 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 82,78 persen."
Data ini disampaikan oleh Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, saat acara Tasbih JKN di Surabaya.
Tantangan: Informasi dan Layanan Digital
Meski cakupan besar, Akmal menyebut masih ada kesenjangan pemahaman akibat akses informasi yang tidak merata. Selain itu, pemanfaatan layanan digital belum optimal di beberapa wilayah.
Untuk itu BPJS Kesehatan menggandeng berbagai elemen masyarakat termasuk ulama, dai, dan daiyah. Tujuannya agar pesan tentang hak, kewajiban, dan cara menggunakan layanan JKN tersampaikan lebih efektif.
Peran Insan Dakwah
BPJS menempatkan insan dakwah sebagai ujung tombak sosialisasi. Melalui pendekatan keagamaan, pesan kesehatan diharapkan mudah diterima dan memicu perubahan perilaku.
"Melalui Tasbih JKN kami ingin membangun gerakan bersama agar insan dakwah menjadi Garda Terdepan JKN dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun kesadaran hidup sehat. Serta mengajak masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN."
Kesesuaian Program dengan Syariat
Wakil Ketua MUI sekaligus Ketua Dewan Pengawas Syariah BPJS Kesehatan, M. Cholil Nafis, menegaskan JKN selaras dengan maqashid syariah. Menjaga kesehatan termasuk tujuan syariah, dan membayar iuran JKN dinilai sebagai bentuk tolong-menolong bernilai ibadah.
"Kami ingin memastikan bahwa Program JKN sesuai dengan syariat Islam sehingga umat Islam perlu mendukung program pemerintah yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat."
Cholil juga menyatakan MUI sedang menyiapkan fatwa untuk mendorong lembaga zakat dan Baznas membantu pembayaran iuran bagi kelompok rentan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap Tasbih JKN. Asisten III Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, menilai kegiatan ini memperkuat kesadaran bahwa kepesertaan JKN merupakan bagian dari nilai ibadah sosial dan gotong royong.
"Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh kegiatan Tasbih JKN. Karena mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa Program JKN merupakan bagian dari nilai-nilai ibadah dan gotong royong."
Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan MUI diharapkan mempersempit kesenjangan informasi dan meningkatkan keaktifan peserta lewat pendekatan keagamaan dan dukungan lembaga sosial.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KAI Commuter Imbau Antisipasi Gangguan KRL Pasca Dua Insiden
KAI Commuter minta penumpang antisipasi gangguan KRL usai dua insiden yang menyebabkan keterlambatan pada 20...
Kementerian Ekonomi Kreatif Jajaki Kolaborasi dengan ION Perluas Pasar Digital
Kemenparekraf bertemu ION pada 20 Agustus 2026 untuk perluas akses pasar digital, dorong AI, pemasaran digit...
Bendera Raksasa 10x5 m Dikibarkan di Muara Tujuh Sungai Subang
Bendera Merah Putih 10x5 meter dikibarkan di Muara Tujuh Sungai, Subang saat HUT RI ke-81 sambil mengkampany...
Menekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community di TIM
Menekraf Teuku Riefky Harsya apresiasi pameran SBY Art Community di TIM (18–30 Agustus 2026) sebagai ruang k...
Perlinsos Digital: Bakom Sebut Pendaftaran Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
Bakom: uji coba Perlinsos Digital mempercepat pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi sekitar lima menit, d...
Wamentrans Viva Yoga Ajak Bantu Korban Gempa NTT saat HUT RI ke-81
Wamentrans Viva Yoga mengajak semua pihak bantu korban gempa NTT saat perayaan HUT RI ke-81 dan menekankan s...