Wakil Ketua DPRD Jember: BPJS untuk ABK Nelayan Perlu Didanai Pemerintah
JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menyatakan perlindungan Anak Buah Kapal (ABK) nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan penting untuk menjamin keselamatan pekerja di sektor perikanan yang berisiko tinggi. Pernyataan itu disampaikan menanggapi keluhan pemilik kapal tentang beban operasional akibat kewajiban kepesertaan BPJS.
Kebutuhan perlindungan bagi ABK
Widarto menegaskan negara berkewajiban melindungi tenaga kerja di sektor berisiko, termasuk nelayan. Ia menilai substansi program BPJS adalah memberikan jaminan terhadap risiko pekerjaan sehari-hari para ABK yang bekerja di laut.
"Tujuan BPJS itu baik, memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. ABK nelayan bekerja dalam risiko yang tinggi. Karena itu, perlindungan bagi mereka tidak bisa diabaikan,"
Peluang pembiayaan melalui pemerintah
Menurut Widarto, jika diperlukan skema kepesertaan ABK dapat didukung melalui pembiayaan pemerintah, sebagaimana beberapa kelompok masyarakat lain sudah mendapatkan dukungan serupa dari pemerintah daerah. Ia menekankan perlu formulasi kebijakan yang melindungi pekerja sekaligus mempertimbangkan kemampuan pelaku usaha perikanan rakyat.
Keberatan pemilik kapal
Di sisi lain, pemilik kapal menyampaikan keberatan jika seluruh beban kepesertaan BPJS harus ditanggung oleh mereka. Mayoritas ABK bekerja tidak tetap dengan skema bagi hasil, sehingga penghasilan tidak bulanan dan tidak setara dengan pekerja formal.
"Kami bekerja dan mencari nafkah sendiri. Tetapi ketika persyaratan terus bertambah, sementara kondisi usaha tidak menentu, tentu ini menjadi beban tersendiri," kata Mohamad Rian Hafi Yuki, nelayan sekaligus pemilik kapal.
Tekanan biaya operasional
Selain persoalan BPJS, nelayan juga menghadapi kebutuhan operasional yang harus dipenuhi. Beberapa pos biaya yang disebut meliputi:
- bahan bakar,
- perbekalan melaut,
- kelengkapan administrasi kapal.
Akses solar subsidi
Pemerintah mulai memberi kemudahan akses bahan bakar bersubsidi. Mulai 3 Juni 2026, nelayan pemilik kapal berkapasitas 6 sampai 30 Gross Ton dapat mengajukan rekomendasi pembelian solar subsidi dengan melampirkan dokumen kapal sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah kebijakan dan dialog
DPRD Jember melihat persoalan BPJS dan akses solar subsidi sebagai isu strategis yang perlu dikelola seimbang. Widarto mendorong dialog berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha perikanan, dan nelayan untuk merumuskan kebijakan yang memberi perlindungan tanpa membebani keberlangsungan usaha nelayan rakyat.
Lebih jauh, perumusan skema pembiayaan dan mekanisme pelaksanaan menjadi kunci agar perlindungan pekerja dapat berjalan sambil menjaga produktivitas sektor perikanan daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...