Lokal

Bocah 9 Tahun Ditemukan Meninggal Terseret Arus di Peunaron

Bagikan:
Ilustrasi sungai tempat bocah terseret arus di Peunaron, Aceh Timur

Peunaron, Aceh Timur — Seorang bocah SD bernama Iskandar bin Faisal, 9 tahun, ditemukan meninggal dunia di Sungai Gampong Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Senin (12/10) sekitar pukul 11.15 WIB. Korban sempat dilaporkan hilang sejak Sabtu (10/10) sekitar pukul 17.30 saat mandi bersama teman-temannya.

Kronologi kejadian

Saat mandi di sungai, Iskandar diduga terpeleset lalu terjatuh ke aliran yang berarus deras. Arus kuat kemudian menyeret korban hingga tenggelam ke dasar sungai. Kabar hilangnya bocah ini cepat menyebar ke keluarga dan warga setempat.

Proses pencarian dan penemuan

Informasi kehilangan dilaporkan ke pihak kecamatan sehingga Muspika Peunaron memanggil tim tanggap darurat. Tim Satgas BPBD Aceh Timur dan tim SAR setempat dikerahkan untuk mencari korban sejak dua hari setelah laporan.

Setelah pencarian selama tiga hari, Tim SAR dan BPBD menemukan jenazah Iskandar pada Senin pagi. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka untuk prosesi lebih lanjut.

Konfirmasi dan penanganan

"Usai ditemukan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka yang lokasinya tidak jauh dari tempat korban ditemukan untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga," ujar Camat Peunaron, Hasdiansyah Muliadi, ST.

"Setelah dilakukan pencarian sejak tiga hari yang lalu, akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah difardhukifayahkan," kata Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, S.STP, MAP.

Duka keluarga dan imbauan warga

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Kepala desa setempat mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang bermain di sungai.

"Kepergian Iskandar di usia yang masih sangat muda menjadi pengingat bagi semua pihak terhadap pentingnya menjaga si buah hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya sungai," ujar Keuchik Peunaron Lama, Samsul Bakhri.

Kasus ini menyorot risiko bermain di sungai dengan arus deras dan mendorong peningkatan pengawasan serta sosialisasi keselamatan air di wilayah rawan. Proses pemakaman berjalan sesuai tradisi keluarga dan penanganan jenazah telah dilakukan oleh pihak terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait