Kepala BNN Deliserdang Bantah Tudingan Penganiayaan
MEDAN — Kepala BNN Deliserdang, Kombes Pol Josua Tampubolon, membantah tuduhan telah melakukan penganiayaan terhadap Samuel Hutasoit. Tuduhan itu muncul setelah SH dan tiga rekannya diamankan saat razia di kafe Patumbak, Kabupaten Deliserdang, dan dilaporkan ke Mapolda Sumut. Klarifikasi disampaikan oleh Josua saat mendatangi Sat Reskrim Polrestabes Medan pada Jumat (3/7).
Bantahan resmi dan klarifikasi
Josua menegaskan dirinya hanya datang untuk memberi keterangan kepada penyidik. Ia menyatakan tidak melakukan penganiayaan terhadap SH seperti yang dilaporkan oleh pihak keluarga.
“Kedatangan saya ke Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk memberikan klarifikasi. Karena setelah pelaku SH dan tiga orang rekannya diamankan lalu diserahkan ke Mapolrestabes Medan,”
“Tidak benar kalau saya datang ke Sat Reskrim Polrestabes Medan untuk menganiaya pelaku SH seperti tuduhan orang tuanya itu,”
Kronologi razia dan penahanan
Pada razia gabungan yang melibatkan BNN Deliserdang dan Satpol PP, terjadi perlawanan dari sejumlah orang di lokasi. Meskipun mendapat hambatan, petugas berhasil mengamankan empat orang yang diduga menjadi provokator dan pelaku pengerusakan.
- Empat orang diduga provokator diserahkan ke Mapolrestabes Medan.
- Dua orang lainnya mendapat rujukan rehabilitasi karena terbukti mengonsumsi narkoba.
Bukti video dan pengakuan tersangka
Menurut Josua, penyidik menemukan bukti rekaman video yang menunjukkan tindakan pelaku saat razia berlangsung. Ia menyebut SH telah mengakui perbuatannya saat diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Video maupun pengakuan tersebut kemudian beredar di media sosial, yang memicu laporan ke pihak kepolisian lebih tinggi.
Perkembangan dan implikasi
Sampai saat ini, laporan terkait dugaan penganiayaan telah diterima di tingkat polisi daerah. Josua memilih memberi klarifikasi langsung kepada penyidik untuk memperjelas posisi dan peristiwa yang terjadi saat razia.
Kasus ini menyorot ketegangan yang bisa terjadi saat operasi penegakan hukum terkait narkoba. Publik menanti tindak lanjut penyelidikan oleh aparat kepolisian untuk memastikan kronologi dan akuntabilitas pihak-pihak yang terlibat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
PKS Minta Penjelasan Menyeluruh soal R-APBD Medan 2027
Fraksi PKS DPRD Medan meminta penjelasan rinci atas proyeksi pendapatan, pengurangan belanja, dan kesiapan p...
MUI dan Pemkab Simalungun Perkuat Sinergi Jelang Hari Santri
Bupati Simalungun terima kunjungan MUI untuk perkuat sinergi; bahas Hari Santri dan pengukuhan pengurus MUI...
PDIP DPRD Medan Desak Pemko Tanggung Jawab Atasi Krisis Air
Fraksi PDIP DPRD Medan minta Pemko tanggung jawab atasi krisis air, segera tetapkan pejabat definitif, dan p...
Hilirisasi Bauksit: Proyek Smelter Mempawah dan Tantangan Energi
Indonesia mulai memproses bauksit di Mempawah untuk memperbesar kapasitas alumina dan membangun pabrik peleb...
FPRMI Aceh Gelar Diskusi Potensi Jerat Pidana dalam Jurnalistik
FPRMI Aceh menggelar diskusi 15 Okt di Banda Aceh membahas batas kebebasan pers, etika, dan potensi pidana d...
Binjai Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan
Pemko Binjai tambah kendaraan, pasang CCTV TMA dan 14 sirene untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim...