Nasional

BNN Soroti Bahaya Vape, Edukasi Generasi Muda Diperkuat

Bagikan:
Ilustrasi vape dan edukasi pencegahan narkoba oleh BNN

BNN soroti bahaya vape yang berpotensi dimanfaatkan sebagai media penyalahgunaan zat berbahaya dalam pertemuan Kepala BNN Komjen Polisi Suyudi Ario Seto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Sabtu 20 Juni 2026. Pertemuan itu menekankan penguatan edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencegah penyalahgunaan.

Modus baru dan fokus pencegahan

Komjen Suyudi menilai perkembangan penyalahgunaan narkotika semakin beragam seiring kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup. Salah satu perhatian utama adalah vape, yang menurutnya dapat menjadi sarana baru untuk memasukkan zat berbahaya.

"Salah satu yang menjadi fokus utama BNN adalah bahaya penyalahgunaan rokok elektronik atau vape," ujar Komjen Suyudi melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet. Pernyataan itu menggarisbawahi upaya lembaga untuk menyesuaikan strategi pencegahan terhadap modus yang terus berkembang.

Penguatan edukasi kepada generasi muda

BNN menegaskan edukasi publik harus ditingkatkan untuk membendung dampak negatif bahaya vape di kalangan remaja dan pemuda. Institusi menyasar program pendidikan yang lebih intensif, baik di sekolah maupun melalui kampanye digital.

"Demikian pula dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,"

Menurut Kepala BNN, pendekatan edukasi perlu dikombinasikan dengan pelibatan keluarga, sekolah, dan komunitas untuk menurunkan risiko adiksi dan penyalahgunaan zat.

Capaian pemberantasan dan sinergi antar lembaga

Selain membahas pencegahan, pertemuan juga memaparkan capaian pemberantasan narkotika oleh BNN. Lembaga itu menyatakan telah mengungkap jaringan dan melakukan penyitaan berbagai jenis narkotika sebagai bagian dari upaya penegakan hukum.

  • Pengungkapan jaringan peredaran narkotika;
  • Penyitaan berbagai jenis narkotika;
  • Peningkatan koordinasi antar lembaga penegak hukum dan pendidikan.

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat sinergi lintas lembaga untuk melindungi generasi muda dan mewujudkan Indonesia bersih narkoba. Langkah itu mencakup penguatan regulasi, pengawasan produk rokok elektronik, serta kampanye pencegahan terpadu.

Implikasi dan langkah ke depan

Fokus pada vape menandai pergeseran prioritas BNN untuk menanggapi alat dan metode baru yang digunakan pelaku penyalahgunaan. Ke depan, publik dapat mengharapkan lebih banyak program edukasi, peningkatan pengawasan produk, dan operasi penegakan hukum yang terkoordinasi.

Dengan kombinasi penindakan dan pendidikan, pemerintah berharap dapat menekan peredaran dan penggunaan zat berbahaya yang memanfaatkan rokok elektronik, sehingga generasi muda terlindungi dari ancaman adiksi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait