Nasional

Bike to Work di IMIP: Pekerja Pilih Sepeda untuk Sehat dan Hemat

Bagikan:
Pekerja IMIP bersepeda menuju terminal di Bahodopi, Morowali

Pekerja di Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, mulai rutin bike to work sejak akhir 2024—awal 2025. Mereka mengayuh sepeda untuk menjaga kebugaran, mengurangi kejenuhan kerja di lingkungan produksi 24 jam, serta menekan pengeluaran bahan bakar.

Awal kebiasaan dan rutinitas

Kesya (27), analis laboratorium di Departemen Testing Center PT TTRI, beralih dari sepeda motor ke sepeda setelah merasakan minimnya aktivitas fisik saat kerja. Ia menjalani hobi bersepeda di sekitar Bahodopi pada akhir 2024 dan sejak awal 2025 menggunakan sepeda sebagai moda transportasi.

Perjalanan bersepeda menuju terminal bus IMIP memakan waktu rata-rata 15–20 menit. Setelah sampai terminal, pekerja melanjutkan perjalanan ke lokasi kerja menggunakan bus perusahaan. Kesya biasanya berangkat dua jam sebelum jadwal kerja agar tidak terburu-buru.

"Saya awalnya cuma ingin memanfaatkan waktu untuk berolahraga karena setiap hari kerja kurang kegiatan fisik. Lalu saya terpikir, rasanya bagus sebelum pergi kerja sambil berolahraga,"

Alasan ekonomi dan praktik sehari-hari

Fikriyanto Rauf (26), pekerja di Departemen Rolling Stainless Steel PT GCDMR, mulai bersepeda setelah motor lamanya berkali-kali rusak dan biaya perbaikan mencapai lebih dari Rp3 juta. Ia kemudian membeli sepeda sekitar Rp2 juta pada Maret 2026 dan konsisten memakai sepeda sebagai alat transportasi.

"Kalau dipikir-pikir, karena harga premium naik, pakai motor mungkin akan lebih banyak pengeluaran. Maka saya coba mengirit-iritlah dengan naik sepeda,"

Peralihan ini menekan pengeluaran bahan bakar dan menghemat waktu dari kepadatan lalu lintas di beberapa ruas menuju kawasan industri berbasis nikel tersebut.

Manfaat kesehatan dan produktivitas

Kedua pekerja itu melaporkan peningkatan kebugaran dan produktivitas. Kesya menyebut berat badannya menurun dan rasa kantuk saat bekerja berkurang setelah rutin bersepeda. Fikri menjadikan bersepeda juga sebagai hobi akhir pekan.

Kedua manfaat tersebut mendorong konsistensi. Selain olahraga, Kesya juga mulai membuat konten vlog tentang perjalanannya yang mendapat respon positif di platform singkat sejak Juni 2025.

"Karena ternyata FYP, ya lanjut. Dapat uang kan? tiba-tiba motivasiku bertambah satu lagi, mengajak orang lain naik sepeda,"

Komunitas dan dampak lingkungan

Komunitas lokal seperti Dopi Bike menjadi wadah sosial bagi pesepeda di Bahodopi. Anggota saling membantu memperbaiki sepeda dan berkegiatan bersama. Kebiasaan ini juga berdampak pada pengurangan emisi kendaraan bermotor dan konsumsi bahan bakar; Kesya menyebut satu liter bensin kini bisa dipakai sampai satu minggu untuk motor yang jarang dipakai.

Perubahan kecil seperti mengganti moda transportasi dari motor ke sepeda menunjukkan dampak ganda: menambah aktivitas fisik, mengurangi biaya harian, dan membantu upaya pengurangan emisi di kawasan industri. Konsistensi kayuhan menjadi kunci membentuk kebiasaan baru yang lebih sehat dan hemat bagi pekerja IMIP.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait