Politik

Besek Bambu Dipakai untuk Distribusi Daging Kurban di Madiun

Bagikan:
Pembagian daging kurban dalam besek bambu oleh kader PDI Perjuangan Kota Madiun

DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggunakan besek bambu sebagai kemasan distribusi daging kurban Idul Adha 1447 H. Kegiatan berlangsung saat penyembelihan dua ekor sapi bantuan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, dengan tujuan menjaga kualitas daging dan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.

Pelaksanaan dan tujuan penggunaan besek

Penyelenggara memilih besek bambu karena dinilai lebih higienis dan ramah lingkungan dibanding kantong plastik. Proses penyembelihan hingga pengemasan dilakukan di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kota Madiun pada hari Idul Adha, dengan dua sapi yang disalurkan kepada warga.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun, Sutardi, mengatakan alasan utama pemakaian besek adalah menjaga mutu daging saat distribusi dan mengurangi sampah plastik di lingkungan.

“Kami mencoba menghindari penggunaan kresek dan memilih memakai besek supaya lebih higienis serta kualitas daging tetap terjaga saat disalurkan kepada masyarakat,”

Gotong royong kader dalam proses distribusi

Suasana gotong royong mewarnai seluruh rangkaian kegiatan kurban. Sekitar 300 kader dan pengurus partai bergotong royong menyiapkan paket daging yang akan dibagikan kepada warga setempat.

Sutardi menekankan bahwa kebersamaan menjadi nilai utama dalam aktivitas sosial ini. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus yang terlibat aktif sejak persiapan hingga penyaluran.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran pengurus yang bergotong royong dalam menyiapkan dan menyalurkan daging kurban,”

Dampak lingkungan dan sosial

Penggunaan besek bambu mendapat perhatian positif dari masyarakat setempat. Selain praktis, besek dinilai membantu mengurangi limbah plastik pasca-pembagian daging.

Secara sosial, kegiatan kurban ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara kader partai dan warga. PDI Perjuangan Kota Madiun berharap tradisi ini dapat memperkuat solidaritas lokal.

  • Menjaga higienitas dan kualitas daging selama distribusi
  • Mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai
  • Meningkatkan keterlibatan dan solidaritas komunitas lokal

Sutardi menutup dengan harapan agar praktik ramah lingkungan seperti ini menjadi contoh dalam kegiatan sosial berikutnya. Kegiatan Idul Adha tahun ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan budaya gotong royong di Kota Madiun.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait