Peternak Huta Jawa Maligas Bentuk Kelompok 'Berkah Lele'
Simalungun — Peternak lele di Huta Jawa Maligas, Kecamatan Huta Bayu Raja, resmi membentuk kelompok usaha bernama Berkah Lele pada Sabtu, 4 Juli 2026. Pembentukan dilaksanakan melalui program pengabdian masyarakat yang dipimpin dosen Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Medan. Tujuannya adalah meningkatkan kelembagaan, akses pasar, dan kapasitas teknis peternak.
Pembentukan kelompok dan latar belakang
Kelompok dibentuk setelah peternak sebelumnya beroperasi mandiri dengan kolam terpal dan pakan sederhana. Mereka menanggung sendiri risiko produksi dan pengembangan usaha, sehingga potensi pasar belum optimal. Inisiatif ini dikawal tim pengabdian yang diketuai Arief Hadian, SE M.Si, dengan dua dosen anggota dan dua mahasiswa pendamping.
Materi pendampingan dan kegiatan
Tim dosen memberikan sosialisasi dan pendampingan yang mencakup aspek kelembagaan dan teknis. Materi meliputi manajemen AD/ART, pembentukan pengurus, pembukuan usaha, dan praktik pembuatan pakan lele. Pendampingan juga menekankan pentingnya kerja kelompok untuk memperkuat modal dan akses pasar.
Padahal pasar penjualan lele cukup menjanjikan. Untuk kebutuhan pesta, peluang bermitra dengan SPPG, peningkatan dan pengembangan usaha, dan akan mendapat perhatian pemerintah jika dilakukan berkelompok,
Pernyataan di atas disampaikan oleh Arief Hadian saat peresmian kelompok, menegaskan alasan strategis pembentukan kelompok bagi keberlanjutan usaha.
Tanggapan peternak
Meswadi terpilih sebagai ketua kelompok melalui SK Pangulu Nagori Mancuk No. 188.45/23/MC/2026. Ia menyambut baik pembentukan kelompok setelah selama ini peternak bekerja sendiri-sendiri. Meswadi berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap administratif saja.
Selama ini kami jalan sendiri-sendiri, jadi kalau ada masalah ya ditanggung sendiri juga. Setelah didampingi oleh dosen-dosen UMN Al-Washliyah, kami jadi paham pentingnya berkelompok, dan sekarang sudah resmi bergabung menjadi satu kelompok peternak,
Ia menambahkan harapan agar program berlanjut menjadi pendampingan berkelanjutan supaya kelompok dapat tumbuh menjadi usaha ekonomi keluarga yang mandiri dan berdaya saing.
Dampak lokal dan prospek
Tim dosen berharap model kelompok ini menjadi acuan di desa lain. Mereka berkomitmen untuk terus mendampingi melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan sinergi perguruan tinggi dan masyarakat dalam memberdayakan ekonomi lokal secara aplikatif.
Harapan kami, kelompok ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi desa-desa lain. Kami dari UMN Al-Washliyah Medan berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat melalui program pengabdian yang berkelanjutan,
Dengan pembentukan Berkah Lele, peternak di Huta Jawa Maligas diharapkan memperoleh akses modal lebih baik, pasar yang lebih luas, dan perhatian pemerintah untuk pengembangan usaha ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Partai Demokrat Sabang Gelar Lomba Rakyat Sambut HUT ke-25
DPC Partai Demokrat Kota Sabang gelar lomba rakyat 23 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-25 Demokrat dan...
Tiga Isu di Medan: Area Railink Panas, Dhody Ditersangka, Pemprov Akan Bangun 167 Rumah
Tiga kabar Medan: area Railink Kualanamu panas diduga AC mati; Dhody Thahir ditetapkan tersangka tapi kuasa...
Polres Dairi Tangkap Pengedar, Amankan 13,25 Gram Sabu
Polres Dairi menangkap AS (34) di Sidikalang dan mengamankan 11 paket sabu seberat 13,25 gram serta alat buk...
Wakapolres Dairi dan Bhayangkari Jenguk Dua Anak Korban di RSUD Sidikalang
Wakapolres Dairi dan Bhayangkari menjenguk dua anak korban kekerasan di RSUD Sidikalang untuk memberikan per...
AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Keluhkan Suasana Panas
Area gedung Railink Kualanamu terasa panas selama dua minggu karena dugaan AC mati; penumpang dan tenant ber...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penetapan Tersangka Dhody Thahir
Kuasa hukum mempertanyakan bukti penetapan tersangka Dhody Thahir terkait dugaan pemalsuan surat dalam sengk...