Warga Pertanyakan Kualitas Rehabilitasi Bendungan Saba Bolak
Tapanuli Selatan — Warga dan advokat setempat mempertanyakan kualitas rehabilitasi Bendungan Saba Bolak di Desa Sialagundi, Kecamatan Sipirok. Sorotan muncul pada Kamis (17/9) setelah pekerjaan yang dibiayai anggaran negara dinilai berpotensi abal-abal dan perlu diuji teknis serta dicocokkan dengan dokumen kontrak.
Sorotan terhadap kualitas pekerjaan
Putra Sipirok dan sejumlah advokat, termasuk Bangun Siregar SH dan Ben Brando Siregar SH, menyatakan kekhawatiran atas mutu pekerjaan rehabilitasi. Mereka menilai proyek tidak boleh berhenti pada serapan anggaran saja, melainkan harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Perencanaan kerja itu dinilai penting dan harus dilakukan perhitungan yang matang agar apa yang kita kerjakan tidak mengalami kegagalan. Jangan asal-asalan karena kualitasnya akan menjadi abal-abal,”
Dampak terhadap irigasi dan petani
Bendungan Saba Bolak memiliki fungsi strategis bagi sistem pengairan persawahan. Jika konstruksi tidak memenuhi standar, aliran air bisa terganggu dan berdampak langsung pada petani yang menggantungkan penghasilan pada lahan sawah.
Pertanyaan yang harus dijawab
Warga meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen dan pekerjaan di lapangan. Secara khusus, mereka menuntut kejelasan mengenai:
- Berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk proyek tersebut;
- Detail spesifikasi pekerjaan sesuai kontrak;
- Apakah seluruh volume pekerjaan telah terpasang sesuai kontrak;
- Siapa konsultan pengawas dan bagaimana mekanisme pengawasannya.
Permintaan uji teknis dan audit
Para advokat menekankan perlunya uji teknis di lapangan serta audit bila ditemukan ketidaksesuaian. Jika ada kekurangan volume, mutu pekerjaan tidak memenuhi spesifikasi, atau indikasi pembayaran yang tidak sebanding dengan hasil, maka langkah administrasi dan hukum harus ditempuh sesuai aturan.
“Mohon kepada Pemkab Tapsel agar lebih profesional dalam merencanakan serta melaksanakan proyek pembangunan, khususnya di bidang irigasi karena sangat berkaitan erat dengan keberlanjutan hidup ekonomi rakyat di bidang persawahan,”
Respons pemerintah
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Tapanuli Selatan, Arlan Pasaribu, belum memberikan tanggapan terkait sorotan tersebut setelah dikonfirmasi melalui telepon seluler.
Pengawasan proyek, baik secara administrasi maupun teknis, menjadi kunci agar rehabilitasi bendungan tidak hanya tercatat selesai di atas kertas, tetapi juga aman dan berfungsi optimal bagi masyarakat tani di Sipirok dan sekitarnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Camera trap TN Batang Gadis rekam Babi Batang Sumatra
Balai TN Batang Gadis merekam Babi Batang Sumatra lewat camera trap pada 2026, memperkuat peran hutan sebaga...
Kemkomdigi Tetapkan Denda PSE hingga 6% Pendapatan Global
Kemkomdigi merumuskan denda hingga 6% pendapatan global untuk platform yang melanggar ketentuan pelindungan...
Bupati Aceh Besar Dukung Pemekaran Aceh Raya
Bupati Aceh Besar menyatakan dukungan penuh terhadap pembentukan DOB Aceh Raya dan minta persiapan menyeluru...
Wabup Aceh Besar Serahkan Cenderamata untuk Ahli Waris T Nyak Makam
Wabup Aceh Besar menyerahkan cenderamata Pemerintah Aceh kepada ahli waris Panglima T Nyak Makam sebagai pen...
Muharram Idris Kukuhkan Pengurus LKKS Aceh Besar 2025–2030
Bupati Muharram Idris mengukuhkan pengurus LKKS Aceh Besar (16/9) untuk memperkuat koordinasi layanan sosial...
Farid Nyak Umar Inisiasi Nutrisi Anak di Tiga Gampong Banda Aceh
Farid Nyak Umar menggelar sosialisasi dan pembagian asupan nutrisi untuk anak di tiga gampong Banda Aceh pad...