Baterai Mobil Listrik Bisa Rusak, Ini Cara Menjaga Usianya
Jakarta — Baterai pada mobil listrik merupakan komponen krusial dan mahal yang bisa mengalami kerusakan jika tidak dirawat sejak kendaraan pertama kali digunakan. Kerusakan dapat menimbulkan biaya besar sehingga pemilik perlu memperhatikan kebiasaan pengisian daya, penggunaan, dan kondisi lingkungan.
Mengapa baterai penting dan rentan
Baterai berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak pada mobil listrik dan hybrid. Selain berperan sebagai sumber tenaga, kondisi baterai menentukan performa kendaraan secara keseluruhan. Kinerja baterai dipengaruhi oleh usia pakai, kebiasaan pengisian daya, pola penggunaan kendaraan, dan suhu lingkungan.
Cakupan asuransi dan garansi pabrikan
Bila baterai rusak karena kecelakaan atau kejadian yang tercakup dalam polis, seperti tabrakan, benturan, kendaraan terbalik, tergelincir, atau terperosok, kerusakan fisik baterai dapat dijamin menurut ketentuan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI). Namun, kerusakan akibat gangguan teknis atau penurunan performa tanpa adanya kejadian yang dijamin polis tidak otomatis ditanggung asuransi.
Dalam banyak kasus, kondisi teknis atau penurunan kapasitas baterai yang bukan akibat kecelakaan dapat masuk dalam cakupan garansi pabrikan, sesuai ketentuan garansi yang berlaku dari produsen kendaraan.
Cara menjaga usia baterai
Secara umum, usia pakai baterai mobil listrik dirancang untuk jangka panjang. Produsen menyebutkan rentang usia pakai baterai berkisar 10 hingga 15 tahun, namun angka tersebut bergantung pada jenis baterai, kebiasaan pengguna, dan perawatan.
Ada beberapa aspek utama yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan untuk mempertahankan performa baterai:
- Perhatikan kebiasaan pengisian daya agar tidak mempercepat penurunan kapasitas.
- Kelola pola penggunaan kendaraan yang dapat memengaruhi siklus baterai.
- Waspadai pengaruh suhu lingkungan terhadap kesehatan baterai.
Implikasi bagi pemilik kendaraan
Karena biaya penggantian baterai bisa besar, pemilik disarankan memahami ketentuan asuransi dan garansi sejak pembelian. Memeriksa syarat dan pengecualian dalam polis asuransi serta ketentuan garansi pabrikan membantu menentukan langkah perbaikan jika terjadi kerusakan.
Kesimpulannya, perawatan sejak awal dan pemahaman soal cakupan asuransi vs. garansi pabrikan menjadi kunci menjaga umur baterai dan mengurangi risiko biaya besar di kemudian hari.
Reporter otomotif yang membahas kendaraan terbaru, teknologi otomotif, dan industri transportasi.
Berita Terkait
Update Harga BBM Pertamina 1 November 2026: Pertamax Turbo Rp19.600
Pertamina mempertahankan harga BBM per 1 November 2026; Pertamax Turbo tetap Rp19.600 per liter dan produk l...
Laki Code 2026 Tawarkan Kreativitas dan Test Ride di Cimahi
Laki Code 2026 digelar 31 Oktober di Lapangan Brigif Cimahi, menampilkan pameran Honda, test ride, dan aktiv...
Lima Pembalap AHM Siap Berlaga di IM4AC Sepang 31 Okt–1 Nov 2026
Lima pebalap AHM berlaga di IM4AC Sepang 31 Okt–1 Nov 2026, bawa modal dua podium dari Mandalika dan targetk...
IMOS 2026 Digelar 10 Hari di ICE BSD, Diikuti 70 Brand
IMOS 2026 berlangsung 20–29 November di ICE BSD, diikuti 70 brand; fokus pada inovasi kendaraan ramah lingku...
CustoMAXI 2026: Modifikasi Yamaha MAXI dari 5 Kota Siap ke Grand Final
CustoMAXI 2026 dari lima kota akan berpuncak di Grand Final IMOS 2026 ICE BSD, menampilkan 800+ modifikator...
PEVS 2026: Mobil & Motor Listrik Terbaru, Masuk Gratis
PEVS 2026 di JIExpo Kemayoran menampilkan mobil dan motor listrik terbaru; masuk gratis, cashback hingga Rp2...