Keluarga di Kediri Bangkit setelah Jual Rumah, Dapat Bantuan Usaha dan Beasiswa
KEDIRI — Keluarga Suyanto di Dusun Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, kembali mendapat harapan setelah menerima bantuan perlengkapan usaha dan beasiswa dari Bupati Kediri, Senin (25/5/2026). Bantuan itu datang setelah keluarga terpaksa menjual rumah untuk biaya pengobatan istri dan menghentikan usaha warung.
Kunjungan dan penyerahan bantuan
Pagi hari, kendaraan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri tiba di depan rumah sederhana keluarga tersebut. Petugas menurunkan etalase, perlengkapan dapur, dan kebutuhan lain untuk membuka kembali warung kecil keluarga.
Suasana berbeda terlihat pada wajah Suyanto, 55 tahun, yang sejak beberapa bulan terakhir menyimpan banyak kegelisahan. Kini ia tampak lebih tenang saat melihat barang-barang usaha ditata di teras rumah.
"Alhamdulillah dibantu Pak Bupati, sekarang rasanya sudah ayem,"
Latarnya: rumah dijual demi pengobatan
Beberapa bulan lalu, keluarga ini menghadapi krisis berat. Istri Suyanto, Zainul Sarpianik (58), terserang stroke sehingga memerlukan pengobatan mahal. Demi biaya pengobatan, mereka terpaksa menjual rumah dan menutup warung yang menjadi sumber penghasilan utama.
Tabungan habis dan penghasilan nyaris kosong. Dampaknya sangat terasa pada pendidikan anak perempuan mereka, Bunga Febriana, 16 tahun, yang harus menghentikan sekolah sejak November 2025 karena kendala biaya.
"Sebenarnya kalau anak sampai tidak bisa melanjutkan sekolah itu pedih, tapi keadaan memang memaksa harus seperti ini,"
Dampak bantuan: usaha hidup kembali, beasiswa untuk sekolah
Bantuan perlengkapan usaha menjadi titik awal kebangkitan. Suyanto berencana membuka kembali warung keluarga. Dengan pengalaman sebelumnya mengelola usaha, ia optimistis bisa menjalankan warung sambil merawat istrinya di rumah.
Sementara itu, Bunga menerima kepastian beasiswa yang memungkinkan dia kembali melanjutkan pendidikan. Sejak kunjungan bupati beberapa waktu lalu, komunikasi antara Bunga dan sekolah lama mulai terjalin kembali.
"Terima kasih banyak buat Pak Bupati, sudah memberi beasiswa untuk sekolah lagi dan usaha buat ayah,"
Makna bantuan dan prospek ke depan
Bantuan yang diberikan bukan berupa bantuan besar, melainkan alat konkret untuk memulihkan mata pencaharian dan akses pendidikan. Keluarga kini mulai merasakan kelegaan: warung kecil yang akan kembali buka, buku sekolah yang mulai dibaca lagi, dan senyum yang muncul setelah lama tertekan keadaan.
Harapannya, dengan usaha kembali berjalan dan dukungan beasiswa, Bunga bisa melanjutkan sekolah dan kelak membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.
Catatan: Bantuan disalurkan atas inisiatif pemerintahan daerah untuk membantu warga yang terdampak penyakit dan kesulitan ekonomi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...