Puluhan Pemukiman Terendam di Aceh Tenggara, Kayu Gelondongan Dibawa Banjir
KUTACANE, Aceh Tenggara — Puluhan pemukiman di Aceh Tenggara terendam banjir pada Minggu malam (13/9) sekitar pukul 21.30 WIB. Luapan tiga anak sungai—Sungai Lawe Bulan, Lawe Kinge, dan Lawe Kisam—membawa batu, lumpur, dan tumpukan kayu gelondongan yang diduga hasil pembabatan hutan. Saat ini upaya penanganan awal dan pendataan kerugian sedang berlangsung.
Banjir malam dan material yang terbawa
Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi, sehingga air anak sungai meluap ke pemukiman. Material yang terbawa bukan hanya bebatuan dan lumpur, tetapi juga kayu gelondongan yang menumpuk di beberapa titik. Kayu tersebut diduga merupakan kayu olahan pembabatan hutan, sehingga menambah dampak terhadap infrastruktur dan pemukiman.
Wilayah terdampak
BPBD Aceh Tenggara mencatat sedikitnya 11 desa di lima kecamatan terdampak genangan. Kecamatan yang terkena antara lain Lawe Bulan, Babussalam, Bambel, Lawe Sumur, dan Deleng Phokisen. Luapan air menyebabkan genangan di permukiman warga dan memutus sebagian akses antarwilayah.
Dampak pada fasilitas umum
Selain rumah warga, fasilitas publik juga terdampak. Jalan nasional di wilayah Aceh Tenggara mengalami kerusakan akibat aliran material banjir. Dua jembatan penghubung antar kecamatan di Babussalam juga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga memerlukan perbaikan struktur.
Tindakan dan pendataan kerugian
Kepala BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, menyatakan bahwa tim telah melakukan penanganan awal setelah banjir. Pendataan untuk mengukur jumlah kerugian dan kebutuhan perbaikan sedang dilakukan oleh pihak terkait.
'Banjir ini disebabkan dari intensitas curah hujan. Air yang meluap ke pemukiman warga itu, saat ini sudah dilakukan penanganan awal,'
Asbi menambahkan bahwa fokus penanganan awal meliputi evakuasi jika diperlukan, pembersihan material banjir, dan penilaian kerusakan fasilitas publik untuk perencanaan perbaikan.
Prospek pemulihan
Pihak berwenang akan melanjutkan pendataan kerugian sebelum menentukan skala bantuan dan perbaikan. Temuan adanya kayu gelondongan yang diduga bekas pembabatan hutan juga menjadi catatan untuk langkah mitigasi jangka panjang, mengingat potensi erosi dan aliran material pada musim hujan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bupati Taput Tinjau Pasar Hutajulu, Tampung Aspirasi Pertanian
Bupati Tapanuli Utara meninjau Pasar Hutajulu (14/9), berdialog dengan warga, dan menerima aspirasi soal per...
Tanggul Irigasi Jebol, Puluhan Kebun Sawit Warga Pinarik Rusak
Tanggul Irigasi Pulo Payung di Pinarik jebol, puluhan pohon sawit tumbang dan kebun warga rusak; BPBD Padang...
Korban Tenggelam di Sungai Lobang Simalungun Ditemukan Tewas
Mahyar (26) yang tenggelam di Sungai Lobang, Simalungun, ditemukan tewas oleh Tim Basarnas Minggu malam; jen...
Jembatan Cinta Kasih Aek Poring Resmi Dibuka, Akses Warga Kembali Pulih
Jembatan Cinta Kasih Aek Poring di Siantar Naipospos resmi dibuka (12/9), memulihkan akses warga pascabencan...
AHY Cup 2026 Deliserdang: 500+ Atlet Bertanding, Hadiah Rp105 Juta
Lebih dari 500 atlet berlaga di Piala AHY Cup 2026 (11–13 Sept) di Deliserdang, dengan total hadiah Rp105 ju...
Wali Kota Langsa Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II
Wali Kota Langsa melantik pejabat eselon II pada 13 September sebagai bagian penataan organisasi untuk peram...