Mahasiswi Palembang Kembangkan Baledelicious dari Hobi Memasak
Tharisa Cempaka (22), mahasiswi asal Palembang, mengubah hobinya memasak menjadi bisnis bernama Baledelicious sejak 2022. Usaha ini dirintis saat ia menunggu masa perkuliahan, dengan produk awal rice mentai dan chicken mentai. Berawal dari eksperimen kecil, kini Baledelicious menawarkan beragam menu dan terus berkembang meski tetap menghadapi tantangan operasional.
Awal mula dan motivasi
Tharisa memulai usaha pada 2022 ketika memiliki waktu luang setelah lulus SMA. Ia memilih menggunakan waktu tersebut untuk mencoba berwirausaha, daripada menunggu tanpa kegiatan produktif.
Saya itu memulai usaha tahun 2022 karena memiliki waktu luang setelah tamat SMA menunggu waktu masuk kuliah. Daripada tidak ada kegiatan, saya memilih mencoba berbisnis kuliner. Produk pertama yang saya jual adalah rice mentai dan chicken mentai, yang saat itu belum viral.
Keputusan itu dia ambil karena melihat peluang pada makanan yang belum banyak dikenal. Langkah awal tersebut menjadi pijakan untuk berkembang sambil menjalani perkuliahan.
Produk dan pengembangan menu
Seiring waktu, Tharisa menambah variasi menu untuk mengikuti selera pasar. Ia juga membangun kerja sama dengan pemasok bahan baku agar kualitas tetap konsisten.
- Dubai Chocoberry
- Risol
- Mango sticky rice
- Chocoberry biasa
- Stroberi segar (tersedia pesanan)
Saya menjual produk berupa Dubai Chocoberry, risol, mango sticky rice, chocoberry biasa, dan juga stroberi segar. Bagi yang ingin membeli stroberi segar juga bisa memesan kepada saya.
Tantangan operasional
Pada awal usaha, kendala utama adalah produk yang belum dikenal sehingga penjualan tidak stabil. Selain itu, penggunaan stroberi sebagai bahan utama menuntut pengelolaan stok yang hati-hati karena daya simpannya terbatas.
Kondisi ini memaksa Tharisa mengatur persediaan dan pengiriman dengan cermat untuk menghindari kerugian akibat bahan cepat rusak. Ia menilai pengalaman menghadapi masalah tersebut penting untuk memperbaiki proses produksi dan distribusi.
Pelajaran dan pesan untuk pelaku UMKM
Menurut Tharisa, kunci perkembangan usaha adalah konsistensi, keberanian mencoba, dan kemauan belajar. Ia menekankan pentingnya praktik langsung dan tidak takut mencoba model bisnis baru.
Coba saja dulu. Kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu sejauh mana peluang usaha kita untuk berkembang.
Ajakan ini ditujukan khususnya bagi generasi muda yang ingin memulai usaha. Dengan modal hobi, kreativitas, dan manajemen sederhana, peluang berkembang tetap terbuka lebar.
Ke depan, Tharisa berpotensi menambah saluran pemasaran dan variasi produk untuk menjangkau pasar lebih luas. Pengalaman pertama yang dia peroleh menjadi bekal penting untuk mempertahankan kualitas dan memperbesar usaha.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...